BREAKING NEWS
 

Living Qur’an (14)

Mempromosikan Khairah Ummah

Senin, 25 Maret 2024 05:02 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Sedangkan kata al-ma’ruf lebih bermakna kebaikan yang bersifat universal. Untuk kebaikan particular masih perlu digunakan pendekatan persuasive, dari bawah ke atas (da’wah). Sedangkan kebenaran universal yang sudah menjadi common sense sudah perlu ditegaskan (amr).

Adsense

Perincian khaira ummah dijelaskan dalam ayat berikutnya: Menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

Baca juga : Mencintai Dialog

Penjabaran konsep khaira ummah dalam ayat tersebut di atas menurut kalangan tafsir ialah menebarkan energi positif terutama kepada umat manusia tanpa membedakan jenis kelamin, golongan, etnik, kewaarganegaraan, warna kulit, agama, dan kepercayaannya masing-masing. Tidak termasuk khaira ummah bagi orang yang suka menghina dan menghujat orang lain. Kebenaran dan keadilan memang perlu ditegakkan tetapi dengan cara-cara terhormat dan bermartabat.

Allah SWT mengenyampingkan pendekatan kekerasan di dalam menyelesaikan persoalan umat. Atas nama apapun, untuk siapapun, kepada siapapun, dan dari manapun, kekerasan tidak pernah ada tempatnya di dalam Islam. Allah SWT sendiri menegaskan: La ikraha fi al-din (Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)/Q.S. Al-Baqarah/2:256).

Baca juga : Penghayatan Baru Terhadap Lailatul Qadr (4)

Allah SWT menegaskan perlunya mengutamakan pendekatan kemanusiaan di dalam menyelesaikan setiap persoalan di antara umat manusia, Karena Allah Swt sendiri memuliakan manusia tanpa membedakan etnik, agama, dan kepercayaan, sebagaimana ditegaskan: Wa laqad karramna Bani Adam (Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam/Q.S. Al-Isra’/17:70).

Umat yang ideal selalu menebarkan kedamaian, persaudaraan, kerjasama satu sama lain. Dalam Islam tidak ada larangan untuk berbuat baik dan bekerjasama dengan orang-orang non-muslim.

Baca juga : Penghayatan Baru Terhadap Lailatul Qadr (3)

Nabi Muhammad SAW sendiri mencontohkan terbuka menerima kehadiran non-muslim di dalam lingkungan pemerintahannya. Salman Al-Farisi, arsitek perang Nabi, sudah lama bergabung dengan Nabi sebelum ia menjadi muallaf di akhir hayat Nabi. Demikian pula praktek para sahabat dan tabi’in, selalu memberi ruang terhadap kelompok non-muslim.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 25 Maret 2024 dengan judul "Living Qur’an (14) Mempromosikan Khairah Ummah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense