Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - AJAL berasal dari bahasa Arab dari akar kata ajalaya’jilu berarti menahan, mengakhirkan, kemudian membentuk kata al ajal berarti batas waktu (kematian). Kata ajal juga sudah menjadi bahasa Indonesia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan ‘batas hidup yang ditentukan Tuhan’.
Ajal dalam al Qur’an sama dengan pengertian tadi, yaitu akhir dari sebuah kehidupan. Kata ajal dalam berbagai bentuknya dalam Al-Qur’an terulang sebanyak 54 kali. Hanya saja kaja ajal dalam arti mati bukan hanya manusia yang punya ajal tetapi juga masyarakat, rezim, atau orde.
Baca juga : Pesantren dan Moderasi Umat (3)
Dalam Al-Qur’an dikatakan: Walikulli ummatin ajal idza jaa ajaluhum la yasta’khirun sa’atan wa la yastaqdimun (setiap ummat atau rezim mempunyai ajal, apabila sampai ajalnya maka tidak akan tertunda atau dipercepat walau hanya sekejap/Q.S. Al A'raf/7:34).
Panjang atau pendeknya setiap makhluk bernyawa atau suatu masyarakat atau rezim ditentukan seberapa jauh mereka mengindahkan hukum-hukum Tuhan yang berlaku untuk alam semesta, termasuk hukum sosial kemasyarakatan yang hidup di dalamnya.
Baca juga : Pesantren dan Moderasi Umat (2)
Menurut Ibnu Khaldun, panjang atau pendeknya umur suatu masyarakat ditentukan oleh generasinya. Menurutnya, ada empat generasi yang menentukan di dalamnya, yaitu generasi perintis, generasi pembangun, generasi penikmat, dan generasi penghancur.
Ada masyarakat memiliki generasi perintis lebih lama, yang lain nya generasi pembangunnya lebih panjang, tentu saja ada juga generasi penikmatnya lebih Panjang dan pada umumnya generasi penghancurnya lebih pendek.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.