BREAKING NEWS
 

Negara Tidak Boleh Takluk Pada Ancaman Siapa Pun!

Selasa, 17 November 2020 06:13 WIB
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Dengan ketentuan PSBB, kumpulan massa berskala besar apa pun tujuan dan fungsinya tidak diperbolehkan, alias harus dilarang. Ketentuan PSBB, yang kemudian dilanjutkan oleh ketentuan 3 M – pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan dengan air dan sabun–dijadikan semacam pamungkas untuk melawan Covid-19.

Pandemi Covid-19 adalah musuh umat manusia yang dahsyat. Semua pemimpin dunia – kecuali Donald Trump barangkali – kini mengakui bahwa umat manusia sedang berperang dengan musuh dahsyat yang tidak terlihat. Musuh itu tidak lain adalah pandemi Covid-19. Sudah 20 juta lebih manusia yang tewas oleh musuh mengerikan itu. Di Amerika dua hari yang lalu, rakyat yang terinfeksi corona mencapai 18.000 per hari. Di Indonesia, total rakyat yang terinfeksi sudah melampaui 450.000 jiwa; lebih dari 16.000 jiwa yang tewas. Sekitar 300 tenaga kesehatan – dokter dan perawat khususnya – sudah meninggal dunia.

Baca juga : Gatot, Istana Dan Bintang Mahaputera

Hanya “orang tidak waras” yang mengatakan Corona itu ciptaan pemerintah untuk menakut-nakuti rakyat. Hanya orang tidak bijak juga yang menantang tidak usah takut Corona, sebab nyawa manusia ada di tangan manusia.

Oleh sebab itu, kerumunan massa yang begitu besar pada penyambutan Habib Rizieq di bandara Soekarno-Hatta pekan lalu, dan acara lain Rizieq, termasuk pesta pernikahan puteri Rizieq, merupakan pelanggaran serius terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB dan berbagai peraturan Pemda DKI. Aneh bin-ajaib, kenapa dibiarkan oleh aparat kepolisian? Bukankah semua aparat pemerintah, khususnya Polri dan TNI setiap hari gembar-gembor tentang pelaksanaan PSBB dan Protokol Kesehatan untuk melawan Covid-19? Dan sanksi tegas terhadap setiap pelanggarnya?

Baca juga : Kasus Suap Proyek Jalan BPJN IX Belum Tutup Buku

Tapi, ketika massa pendukung Habib Rizieq terang-terangan menabrak ketentuan PSBB dan Protokol Kesehatan, kenapa aparat diam dan berpangku tangan?
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense