BREAKING NEWS
 

Negara Tidak Boleh Takluk Pada Ancaman Siapa Pun!

Selasa, 17 November 2020 06:13 WIB
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Publik mempersepsikan sikap Polri yang “hands off” itu sebagai sikap takut, takut pada para pendukung Rizieq, yaitu FPI. Sikap takut, diikuti oleh sikap pembenaran terhadap kegiatan-kegiatan para pendukung Rizieq, jelas, indikasi kuat Indonesia sudah menjurus ke ambang NEGARA GAGAL. Beruntung, sebelum sikap takut ini berlanjut terus yang pasti akan meresahkan masyarakat luas, pimpinan TNI bertindak tegas.

Hari Minggu kemarin, bertempat di Detasemen Markas TNI Jalan Merdeka Barat, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengeluarkan pernyataan yang AMAT KERAS. Pernyataan yang berdurasi kurang dari 5 menit itu, intinya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan demi stabilitas nasional.

"Untuk itu, jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang, atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas," katanya.

Adsense

Baca juga : Gatot, Istana Dan Bintang Mahaputera

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan “seluruh prajurit TNI adalah alat utama pertahanan negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia!”

Ketika menyampaikan pernyataannya, Panglima TNI didampingi oleh Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyono, Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard TH Tampubolon, Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Komandan Korpaskhas Marsda TNI Eris Widodo Y.

Biasanya, jika Panglima TNI mengeluarkan pernyataan, ia didampingi oleh Kepala Staf Ketiga Angkatan. Kali ini amat berbeda. Yang mendampingi Marsekal Hadi adalah pimpinan semua pasukan khusus TNI, serta Panglima Kostrad dan Koopsus. Dari perspektif komunikasi, kejadian ini mengandung makna khusus pula. Makna khusus itu: TNI siap berperang untuk mengikis habis setiap elemen masyarakat yang hendak mengganggu apalagi merusak persatuan dan kesatuan nasional serta melemahkan stabilitas nasional!

Baca juga : Kasus Suap Proyek Jalan BPJN IX Belum Tutup Buku

Dalam tempo 24 jam, Pernyataan Hadi Tjahjanto diikuti oleh pernyataan singkat Menko Polhukam yang intinya mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk taat hukum, seraya mengancam akan menindak keras aparat keamanan yang membiarkan terjadinya kerumuman massa. Hanya dalam hitungan jam, Kapolri telah mengeluarkan “senjatanya yang sakti”, yaitu memecat Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi; keduanya dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan. Kapolri juga memecat Kapolres Bogor dan Kapolres Jakarta Pusat.

Bravo Kapolri !

Bahkan Gubernur DKI, Anies Baswedan juga dipanggil Polda Metro dan diberikan peringatan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense