BREAKING NEWS
 

People Power Di Kurusetra

Senin, 8 April 2019 11:06 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana menggerakkan massa atau yang dikenal dengan People Power oleh Amin Rais menuai pro dan kontra.

Bagi yang setuju dengan people power, ini hanya peringatan bahwa proses pemilu 2019 harus jujur dan adil. Jangan sampai ada praktik-praktik curang yang bisa merugikan masyarakat.

Sebaliknya bagi yang tidak setuju, pengerahan massa untuk menggugat hasil pemilu sudah ada saluran hukumnya. Terlepas kelompok pro maupun yang kontra, wacana people power akan terus menggelinding sampai hari pencoblosan 17 April mendatang.

Baca juga : Redupnya Pamor Harjuna Sasrabahu

Kita harus arif dan bijaksana dalam menyikapi wacana tersebut. Seperti kata George W Bush, “Kebebasan sedang berjalan. Tuntutan untuk demokrasi terus meningkat di seluruh dunia”.

“Apa masih relevan Mo people power sekarang ini?” tanya Petruk. Romo Semar tidak menjawab pertanyaan anaknya Petruk. Semar galau dengan perilaku para tim sukses pasangan capres yang semakin narsis.

Bukannya menenangkan massa pendukung, malah keduanya “usreg” sendiri dengan warna baju apa yang akan dipakai ke TPS pada tanggal 17 April mendatang. Mereka saling klaim banyaknya peserta yang hadir dalam setiap rapat akbar pendukung capres.

Baca juga : Diplomasi Dewa Wisnu

Seperti tidak ada isu-isu lain yang cerdas untuk diperdebatkan. Kegalauan Romo Semar sirna saat menseruput kopi pahit dan pisang rebus di pagi yang dingin.

Semar flash back Prabu Kresna menjadi duta pamungkas Pandawa. Kocap Kacarito. Menjelang perang Baratayuda, Pandawa mengirim Prabu Kresna untuk berunding dengan Prabu Duryudono.

Sebelumnya Dewi Kunti dan Prabu Drupada gagal meminta balik kerajaan Hastina. Diplomasi untuk mencegah terjadinya perang saudara antara Pandawa dan Kurawa sudah beberapa kali dilakukan.

Adsense

Baca juga : Ampuhnya Aji Candrabirawa

Namun Prabu Duryudono tidak mempunyai niat baik untuk mengembalikan separuh kerajaan Hastina kepada Pandawa. Menurut perjanjian, Pandawa berhak mendapatkan kembali separuh kerajaan Hastina setelah menjalankan hukuman dua belas tahun di tengah hutan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense