BREAKING NEWS
 

Tumbuh 4,63 Persen Di Triwulan Pertama

Aktivitas Ekonomi Ibu Kota Kembali Menggeliat

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Selasa, 10 Mei 2022 21:14 WIB
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Endang Kurnia Saputra saat memberikan keterangan pers, Selasa (10/5). (Foto: DRS/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menyebut ekonomi Jakarta tumbuh 4,63 persen pada triwulan 1 2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).

“Lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya 3,64 persen (yoy),” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Endang Kurnia Saputra di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/5).

Pertumbuhan ini dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,20 persen (yoy) pada triwulan 1 2022, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya 3,65 persen (yoy).

“Peningkatan konsumsi rumah tangga juga terlihat dari pertumbuhan penjualan mobil di Jakarta yang mencapat 41,1 persen (yoy), seiring masih berlakunya insentif PPnBM dan perilaku masyarakat yang membeli kendaraan menjelang HBKN Idul Fitri,” ucapnya.

Baca juga : Tumbuh 5 Persen, BI: Ekonomi Indonesia Terus Membaik

Selain itu, pelonggaran Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan kegiatan vaksinasi selama juga mendorong peningkatan aktivitas masyarakat DKI Jakarta. Sehingga ekonomi Jakarta semakin menggeliat.

Kemudian, impor barang dan jasa, serta ekspor barang dan jasa menjadi faktor penyumbang pertumbuhan ekonomi Jakarta. Di mana ekspor tumbuh sebesar 8,24 persen. Salah satunya terindikasi dari pertumbuhan positif eskpor mobil CBU serta ekspor alat berat dan spare part ke luar negeri melalui IKT.

Adsense

Selanjutnya, untuk ekspor jasa mulai mengalami perbaikan, terindikasi dari jumlah wisata mancanegara yang berkunjung ke Jakarta tercatat sebanyak 52.815.

“Peningkatan tersebut seiring dengan pelonggaran aturan karantina bagi pelaku perjalanan dari LN ke Indonesia,” jelasnya.

Baca juga : Luhut: Peningkatan Mobilitas Dan Aktivitas Ekonomi Tetap Berisiko, Testing Tracing Bakal Dikencengin

Dan selama Ramadan 2022, BI DKI Jakarta mencatat uang yang beredar di Ibu Kota sebesar Rp 30,02 triliun.

“Ini data perputaran uang di Jakarta tahun 2022 periode Ramadan sampai 27 April. Rp 30,02 triliun itu net outflow,” kata Endang.

Peredaran uang ini, menurut Endang, mengalami peningkatan sebesar 11,4 persen atau senilai Rp 3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yakni sebesar Rp 26,95 triliun.

BI DKI Jakarta mencatat, transaksi pada Ramadan 2022 tinggi, terutama pada sisi penarikan uang sampai pada 27 April 2022.

Baca juga : Tak Ada Kelangkaan, Tak Ada Antrean

“Kebanyakan yang diminta oleh bank adalah untuk menyalurkan dana bagi THR para nasabah,” tandasnya. (DRS)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense