Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bank Dunia Jempolin Peran BUMN Atasi Krisis Ekonomi, Indonesia Jadi Success Story

Jumat, 8 April 2022 18:41 WIB
Kantor Kementerian BUMN (Foto: Istimewa)
Kantor Kementerian BUMN (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Dunia mengapresiasi peran BUMN yang telah berhasil menyelamatkan negara, di tengah pukulan pandemi Covid-19. Dalam hal ini, Indonesia jadi salah satu contoh success story.

"Pembangkit listrik di Indonesia (PLN) mampu memberikan listrik bersubsidi untuk 30 juta pelanggan, atas permintaan pemerintah," papar Bank Dunia, dalam artikel bertajuk State-owned enterprises during crisis: assets or liabilites, yang ditulis Senior Governance Specialist Bank Dunia Natalia Manuilova dan Senior Public Sector Specialist, Ruxandra Burdescu, Rabu (6/4).

Di Albania, Bosnia dan Herzegovina, Makedonia Utara dan Serbia, pemerintah membebaskan tagihan listrik dan air untuk kelompok rentan (ILO 2020). Ini pun berkat peran BUMN.

Sementara di Afrika, pemerintah Nigeria dan Angola telah meminta perusahaan energi agar tidak menghentikan suplai, kepada masyarakat yang tak mampu membayar tagihan (All Africa 2020).

Berita Terkait : Gandeng Kadin, KKP Genjot Investasi Berbasis Ekonomi Biru Di Indonesia

Sejumlah negara Afrika telah merancang intervensi untuk memastikan akses energi, seperti penangguhan biaya penuh atau penyerapan pembayaran energi (Ghana, Liberia, Mali, Niger, dan Nigeria), subsidi atau pengurangan biaya listrik (Uganda, Burkina Faso, dan Ghana). Serta lebih banyak insentif untuk energi terbarukan (Nigeria, Burkina Faso, dan Kenya) (Akrofi dan Antwi 2020).

Bank Dunia juga menyebut, di masa pandemi Covid ini, perusahaan seperti Boeing dan Airbus berperan penting dalam pendistribusian bantuan medis. 

Perusahaan BUMN lain juga aktif berperan, baik secara langsung atau tidak langsung, dalam penanganan pandemi Covid. Antara lain dengan memproduksi ventilator, masker,dan vaksin.

"BUMN terbukti mampu memainkan peran penting, dengan memberikan bantuan kepada penduduk, tetap tahan terhadap guncangan, mendukung ekonomi dalam kesulitan, dan menyediakan lapangan kerja," demikian petikan artikel yang ditulis lembaga yang dipimpin David Malpass ini.

Berita Terkait : Menteri Nadiem Pengen Bahasa Indonesia Yang Jadi Bahasa Resmi ASEAN

Lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal ini juga mengimbau pemerintah negara-negara di seluruh dunia, untuk memastikan BUMN sebagai bagian dari respons krisis yang cepat dan tepat sasaran. BUMN harus mampu berkontribusi maksimal dalam periode pemulihan berikutnya.

Dengan begitu, pemerintah pusat dituntut untuk lebih melengkapi sistem BUMN, mengkalibrasi risiko, dan menanamkan kontrol dalam krisis skala besar. 

Seiring peran besar BUMN dalam perekonomian yang mampu membentengi negara dari ancaman krisis, Bank Dunia menilai, pemerintah tak selayaknya terus-menerus memberikan bantuan kepada BUMN rugi.

Bank Dunia juga mengapresiasi gerak cepat BUMN, yang berhasil mensejajarkan diri dengan perusahaan multinasional terbesar dunia, dalam dua dekade terakhir.

Berita Terkait : KBRI Tokyo Fasilitasi BisnisJepang Dan Indonesia Di Kesehatan

Studi Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut, dalam 10 tahun terakhir, BUMN telah menunjukkan kontribusi yang signifikan dan mampu mensejajarkan diri dengan perusahaan-perusahaan terbesar dunia. Aset BUMN kini tembus 45 triliun dolar AS, atau sekitar 50 persen dari Produk Domestik Brutto (PDB) global. [HES]