RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyentil PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang belum menyetor deviden kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2019. Padahal, Penyertaan Modal Daerah (PMD) yang dikucurkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu setiap tahunnya lebih dari Rp 1 triliun.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Rasyidi HY meminta Jakpro melakukan terobosan supaya lebih produktif.
“Jakpro merupakan perusahaan besar, tetapi belum memberikan deviden kepada Pemerintah Provinsi DKI,” kata Rasyidi saat rapat kerja di Kantor PT Jakpro, Kamis (19/1) malam.
Rasyidi mengatakan, Jakpro memiliki tujuh anak usaha. Yakni, PT PMJ Land, PT Jakarta Konsultindo, PT LRT Jakarta, PT Jakarta Utilitas Propertindo, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo, Jakarta Oses Energi dan PT Jakarta Solusi Lestari.
Baca juga : Banteng Kebon Sirih Gelar Vaksin Booster Di Gedung DPRD
“Perusahaan ini terlalu besar, ehingga tidak fokus,” tegasnya.
Karena itu, Rasyidi mengusulkan Jakpro melakukan merger (penggabungan) anak usaha. Apalagi, anak perusahaan sejauh ini merugi dan membebankan Jakpro.
Dia mencontohkan, anak usaha Jakpro yang tugasnya hanya menyewakan rumah, menyewakan lahan, bisa digabungkan dengan anak usaha yang memiliki tujuan serupa. Sehingga manajemen BUMD ini lebih efektif dan efisien.
Politisi senior PDI Perjuangan ini berharap, pimpinan baru Jakpro bisa bekerja secara tim, profesional dan bersinergi antaranak perusahaan. Sehingga bisa kembali sehat dan bangkit dari keterpurukan. Dia optimistis, dua atau tiga tahun lagi Jakpro baru bisa cuan.
Baca juga : Danone Indonesia Raih Penghargaan Best Company to Work for in Asia 2021
“Sekarang (Jakpro) sebetulnya tidak sehat dari segi keuangan,” tandasnya.
Perbaiki Anak Usaha
Direktur Utama (Dirut) Jakpro Iwan Takwin berjanji segera melakukan perbaikan dan treatment terhadap seluruh anak usaha.
“Kami cari penyakitnya di mana. Kami sembuhkan penyakitnya, baru kami berikan obatnya,” kata Iwan.
Baca juga : Hasil Liga Inggris : Si Merah Babak Belur Di Anfield, Everton Tembus Lima Besar
Salah satu strategi pemulihannya, menurut Iwan, dengan memperkuat sinergi antara induk usaha dan anak-anak usaha. Tahapan pertama, yang dilakukan mulai dari audit-audit kinerja.
“Setelah itu kami memberi challenge kepada anak usaha,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.