Dark/Light Mode

Politisi Kebon Sirih Sarankan Pemprov DKI Beli Lahan Baru Buat Makam Jenazah Corona

Minggu, 20 September 2020 06:04 WIB
Petugas pemakaman mengubur jenazah yang terinfeksi Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta, Senin (07/09). (Foto : Rakyat Merdeka/Putu Wahyu Rama)
Petugas pemakaman mengubur jenazah yang terinfeksi Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta, Senin (07/09). (Foto : Rakyat Merdeka/Putu Wahyu Rama)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lahan pemakaman jenazah yang menggunakan Prosedur Tetap (Protap) Covid-19 diperkirakan hanya sampai akhir Oktober 2020. Untuk itu, politisi Kebon Sirih memprioritaskan lahan makam untuk jenazah Covid-19 dalam pembahasan APBD Perubahan 2020.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengungkapkan, lahan pemakaman yang hampir penuh adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur. “Kita panggil Pemprov DKI (bahas lahan pemakaman) karena Covid-19 masih tinggi di Jakarta,” katanya.

Berita Terkait : 8 Pejabatnya Positif Corona, Pemprov DKI Berikan Penanganan Medis Terbaik

Pemprov DKI, lanjutnya, harus menginventarisir lahan cadangan untuk pemakaman jenazah Covid-19. Kalau lahan alternatif tidak memadai, Pemprov DKI harus membeli lahan baru. “Kalau di Pondok Ranggon itu kan yang di depannya untuk TPU biasa. Kalau di TPU lain seperti apa. Tapi, kalau sudah ada keterbatasan (lahan), kita perlu membeli lahan lagi untuk persiapan ke depan,” sarannya.

Menurut Nova, pengadaan lahan pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 harus menjadi prioritas. Sebab, belum ada kepastian kapan wabah mematikan ini mulai mereda. Anggaran pengadaan lahan itu bakal dimasukkan ke dalam pembahasan APBD 2020 yang akan dibahas dalam waktu dekat. “Artinya, dimasukkan juga ke anggaran penanganan Covid-19. Makanya, tadi saya bilang diinventarisir dulu,” tuturnya.

Berita Terkait : Pasien Corona Naik Terus, Bed Isolasi Makin Menipis

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, Pemprov DKI tengah memperluas lahan TPU Pondok Rangon sekitar 6.500 meter per segi. Hari menyebutkan, perluasan ini merupakan kedua kalinya. Perluasan tahap pertama dilakukan Maret 2020. “Tahap satu sekitar 7.000 meter per segi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya telah memperhitungkan secara matang keter- sediaan lahan pemakaman di Ibu Kota dan jumlah jenazah yang harus dikubur sejak awal kemunculan kasus Covid-19 pada Maret 2020.

Berita Terkait : 5.083 Jenazah Dimakamkan Dengan Protap Covid-19

Anies mengklaim, Pemprov DKI telah menyiapkan lahan pemakaman alternatif bagi jenazah Covid-19. Namun, dia tak menjelaskan secara detail lokasi pemakaman alternatif tersebut. “Sudah disiapkan alternatif- alternatif tempat, jadi bukan sekarang, tapi sejak Maret,” ucapnya.

Anies yakin lahan pemakaman di TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur di Jakarta Barat yang telah digunakan, maupun lokasi alternatif, dapat menampung jenazah Covid-19 yang jumlahnya terus mengalami peningkatan. “Kita ikuti perkembangan bersama dengan kebutuhan, Insya Allah tidak akan ada kekurangan,” ujar Anies.
 Selanjutnya