Sebelumnya
Pemprov DKI Jakarta pun akan terus berupaya menumbuhkan dan meningkatkan kinerja perluasan lingkup usaha Jakpro. Meliputi properti, infrastruktur, utilitas, teknologi informasi dan komunikasi. Serta melaksanakan penugasan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Seperti diketahui, Jakpro awalnya merupakan Badan Pengelola Lingkungan (BPL) yang didirikan pada tahun 1985 dengan tanggung jawab mengelola kawasan Pluit.
Pada September 1997, PT Pembangunan Pluit Jaya dengan limpahan aset dari eks BPL Pluit merger dengan PT Pembangunan Pantai Utara Jakarta. Pada 15 Desember 2000, kedua perusahaan merger ini berubah menjadi Jakpro.
Baca juga : Banteng Kebon Sirih Gelar Vaksin Booster Di Gedung DPRD
Dan pada 2018, perusahaan menjadi Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo (Perusahaan Daerah) bagi BUMD yang bergerak di bidang properti, infrastruktur, utilitas dan teknologi informasi komunikasi milik Pemerintah DKI Jakarta.
Sejak saat itu, perusahaan tidak hanya membidangi sektor properti, juga mulai merambah ke sektor infrastruktur. Proyek-proyek ini kemudian meluas pada pembangunan jalan tol, waduk dan prasarana infrastruktur lain.
Kemudian pada 2014, perusahaan membagi perusahaannya menjadi tiga anak usaha, yakni properti, infrastruktur dan utilitas.
Baca juga : Danone Indonesia Raih Penghargaan Best Company to Work for in Asia 2021
Pada 2016, Jakpro ditugaskan oleh Pemprov DKI Jakarta melaksanakan percepatan pembangunan kereta api ringan (Light Rail Transit–LRT) Jakarta Koridor 1 Fase 1, pembangunan arena balap sepeda trek (velodrome) dan arena ketangkasan berkuda (equestrian).
Pada 2017, Jakpro ditugaskan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah antara (Intermediate Treatment Facility/ITF), serta penunjukan perusahaan untuk melaksanakan participating interest sebesar 10 persen pada Offshore North West Java (ONWJ).
Pada 2019, Jakpro mendapat tugas pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), penyelenggaraan event Formula E, penyediaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), serta penugasan untuk ITF Zona Barat, Timur dan Selatan.
Baca juga : Hasil Liga Inggris : Si Merah Babak Belur Di Anfield, Everton Tembus Lima Besar
Untuk menjalankan mandat pengelolaan ITF tersebut, pada 2019 Jakpro bersama dengan Fortum Power Heat and Oy, perusahaan yang bergerak di sektor pembangkit listrik dari Finlandia, mendirikan perusahaan patungan (JV) atas nama PT Jakarta Solusi Lestari. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.