Sebelumnya
Kemarin misalnya, aksi lanjutan digelar di depan Gedung Kemenaker. Massa buruh mulai mendatangi kantor Menteri Ida sejak pukul 2 siang. Buruh yang datang dengan menumpang motor dan mobil komando, langsung memarkirkan kendaraan di badan jalan.
Massa buruh yang datang kali dari beberapa serikat pekerja, antara lain Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), dan Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI). Jumlahnya sekitar 200-300 orang.
Baca juga : 12 Proyek Smelter Terancam Mangkrak
Mereka kompak memakai baju lapangan berwarna merah hitam dan kain penutup kepala berwarna merah. Sebagian membawa atribut, sebagian bendera. Sebagian lagi menenteng spanduk yang berisi tuntutan seperti tolak penghapusan buruh sektoral dan minta kenaikan upah 10 persen. Ada juga yang membawa poster berisi kritikan kepada Ida Fauziah.
Ketua Sentral Gerakan Buruh Nasional, M Yahya, yang berorasi di atas mobil komando mengatakan, keputusan pemerintah menaikan upah benar-benar tak manusiawi. Ia pun memandu massa dengan meneriakkan yel yel, “Ida Fauziah, menteri upah murah,” kata dia, disambut peserta aksi.
Baca juga : Giliran Partai Buruh Gelar Konvesi Capres
Aksi ini hanya berlangsung sekitar 2 jam. Menjelang adzan Ashar, massa sudah membubarkan diri.
Di tempat terpisah, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menggelar keterangan pers. Ia menyampaikan kekecewaan kaum buruh atas keputusan pemerintah yang hanya menaikkan upah 1,09 persen.
Baca juga : 40 Tahun YJI, Luncurkan Buku dan Gelar Pameran Virtual
Sebagai bentuk protes, kata dia, kaum buruh akan menggelar unjuk rasa nasional di Istana Negara, Kemnaker dan DPR pada 28-30 November.
Ada dua tuntutan yang disampaikan buruh kepada pemerintah dalam aksi tersebut. Pertama, menaikkan upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minim kabupaten/kota (UMK) sebesar 7 sampai 10 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.