BREAKING NEWS
 

Utang Jadi 6.600 Triliun

Sri Mulyani: No Choice!

Reporter & Editor :
APRIANTO
Sabtu, 11 Desember 2021 07:20 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam podcast Endgame di kanal YouTube Gita Wirjawan. (Foto: YouTube)

 Sebelumnya 
Selain itu, BPK menegaskan indikator kerentanan utang 2020 telah melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan International Debt Relief (IDR). Indikator Kesinambungan Fiskal (IKF) 2020 sebesar 4,27 persen juga melampaui batas yang direkomendasikan The International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI) 5411 – Debt Indicators yaitu di bawah 0 persen.

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo mengatakan, pemerintah sepakat untuk terus waspada dan mengajak semua pihak bekerja sama dalam mendukung pengelolaan pembiayaan negara.

Baca juga : Bingung Dengan Sikap MPR, PSI Dukung Sri Mulyani

“Pemerintah senantiasa mengelola pembiayaan secara hati-hati, kredibel, dan terukur, termasuk dalam beberapa tahun terakhir ini ketika terjadi perlambatan ekonomi global,” sebutnya.

Yustinus menegaskan, APBN sebagai instrumen kebijakan countercyclical dengan pembiayaan sebagai alat untuk menjaga ekonomi. Dijelaskannya, International Monetary Fund (IMF) sendiri sudah memberikan standar aman untuk rasio utang di kisaran 25-30 persen per Produk Domestik Bruto (PDB) pada kondisi normal.

Baca juga : Sri Mulyani Putar Otak Cari Tambalan

“Karena dalam kondisi pandemi saat ini, hampir tidak ada negara rasio utang di kisaran itu,” kata dia.

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengingatkan, pemerintah mengurangi penggunaan utang luar negeri dan melakukan pengelolaan utang dengan bijak. Hal tersebut didasari karena utang Indonesia kini semakin menumpuk dan telah melewati batas yang direkomendasikan IMF.

Baca juga : Sri Mulyani Ceria Banget

Ia meminta, pemerintah memperhatikan rekomendasi IMF dan BPK sebagai lembaga yang kompeten dalam urusan keuangan. Ia juga berharap agar pemerintah lebih bijak lagi dalam menggunakan utang luar negeri. [DWI/MA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense