Sebelumnya
Saling sahut-sahutan antara bos PSI vs DKI 1, rupanya membuat tidak nyaman PKS, partai pendukung utama Anies di Balai Kota, Jakarta. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera meminta polemik saling sahut antara Giring dan Anies dihentikan. Dia menyarankan, agar keduanya agar saling adu gagasan dan karya saja.
“Jangan diperpanjang. Kontestasi gagasan saja,” saran Mardani kepada Rakyat Merdeka tadi malam.
Baca juga : Kejagung Nunggu Muntahan KPK
“Enak kita kontestasi karya dan gagasan. Pantun pun yang menginspirasi. Elit mesti memberi contoh,” sambungnya.
Apa tanggapan PSI? Juru bicara PSI, Rian Ernest menilai, serangan yang dilakukan partainya, termasuk Giring kepada Anies merupakan hal yang wajar. PSI sebagai oposisi di DKI, punya kewajiban untuk mengkritik kinerja yang sudah dilakukan Anies hampir 5 tahun ini.
Baca juga : Indonesia Untung Atau Buntung?
“Agar janji politik Anies hingga PR-PR besar seperti macet dan banjir bisa diselesaikan dalam 5 tahun ini. Jadi, kita bicara substansi dan kerja,” kata Rian.
Namun, pakar komunikasi politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai kritikan yang disampaikan Giring kepada Anies, sudah tidak sehat lagi. Kata dia, Giring seolah punya dendam pribadi kepada Anies hingga melancarkan serangan secara bertubi-tubi.
Baca juga : Awas, Untung Jadi Buntung
Menurutnya, kalau Giring ingin mencari popularitas dan dukungan politik dari rakyat di balik serangan kerasnya pada Anies, maka itu keliru. Kata dia, masyarakat justru bisa antipati dengan gaya politik PSI yang selama ini selalu jualan jargon sebagai partainya anak muda.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.