Sebelumnya
“Mantap, cuma butuh 3 hari karantina buat yang dari luar negeri mau ke Indonesia,” sambut @GintingPeter, girang.
Senada dikatakan @indranur_arfianto. Dia menilai, kebijakan ini sudah tepat. Sudah saatnya hidup berdampingan dengan Covid-19, dan tidak mungkin juga selamanya aktivitas masyarakat dibatasi.
“Yang penting, protokol kesehatan (prokes) dan vaksin. Yang punya komorbid harus lebih tahu diri jaga prokesnya lebih ketat,” katanya.
Akun @trisla83 tidak tahu berapa besar dampak kenaikan penularan yang diakibatkan oleh pengurangan masa karantina. Namun, dia yakin, tidak ada satu negara pun yang sempurna menangani Covid-19.
Baca juga : Tim Indonesia Batal Ke Polandia
“Mari, kita bersama sama menjalankan prokes secara benar dan konsisten demi keselamatan kita semua,” ajak dia.
Menurut @razki_iskandar, waktu 3 hari untuk karantina tidak cukup. Terlalu singkat. Soalnya, masa inkubasi virus Corona 2 sampai 14 hari.
“Kalau karantina cuma 3 hari saja, nanti malah positifnya setelah beberapa hari di rumah,” ungkapnya.
Akun @akhalisa tidak setuju pemangkasan waktu karantina. Dia cerita, suaminya kontak erat dengan orang positif Covid-19. Kemudian, suaminya tes swab antigen dan PCR pada hari ketiga setelah kontak, hasilnya negatif.
Baca juga : Panjat Kandang Harimau, Pria AS Ditangkap Polisi
“Eh... besoknya pilek, swab lagi baru ketahuan positif di hari keempat. Cepat banget kalau karantina cuma 3 hari,” tutur @akhalisa.
Akun @suwandikartadinata menduga, keluarnya kebijakan ini karena Pemerintah ingin segera Indonesia cepat ke luar dari status pandemi.
Akun @endry_ristinanda heran dengan pemangkasan waktu karantina. Soalnya, kasus Covid-19 di Tanah Air masih belum stabil turun.
“Lah ini kok malah sudah bikin aturan perpendek masa karantina. Pertimbangannya apa coba?,” ujar @endry_ristinanda.
Baca juga : Rusia-Ukraina Panas Lagi, Awal Pekan Rupiah Lemas
Akun @maya.278 meminta Pemerintah mengkaji ulang kebijakan pemangkasan waktu karantina. Kebijakan tersebut akan menambah orang positif Covid-19 tanpa gejala makin keluyuran tidak terkendali. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.