Sebelumnya
Mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu menyebut, Pemerintah terus berusaha berada di antara dunia usaha dan rakyat. Buktinya, Pemerintah telah memberikan sejumlah kebijakan kepada pengusaha untuk menangkap momentum kenaikan harga komoditas.
Di sisi lain, Pemerintah juga terus bersama rakyat dengan menjamin harga migor stabil dan stoknya tersedia. Bahkan diungkapkan Bahlil, belakangan ini Presiden lebih banyak berdiri bersama masyarakat terkait kelangkaan migor.
“Presiden berpihak diatas semua kaki, tapi ketika dihadapkan dunia usaha atau rakyat, Pak Presiden ini pilih rakyat. Karena dia ini kader bangsa, bukan orang kaya dulunya,” cetus Bahlil.
Baca juga : Bupati Bogor Diciduk KPK, PPP Tunggu Penjelasan Resmi
Sebelumnya, Masinton mengaku dapat info penting terkait persoalan migor. Dugaannya, sebagian dari kelangkaan migor, tingginya harga komoditas tersebut, dan orientasi ekspor karena fundraising alias penggalangan dana untuk memelihara dan menunda pemilu.
Masinton juga menyindir deklarasi dukungan terhadap ide ‘wacana tiga periode’ yang dilontarkan sejumlah petani plasma. Mereka adalah binaan korporasi besar yang berkaitan dengan produksi minyak sawit mentah atau CPO.
“Tapi situasi di internasional harganya sedang tinggi kemudian kebutuh[1]an dalam negerinya kenapa nggak dipenuhi, gitu loh. Kan ada indikasi ke situ, ya untuk apa duitnya,” sindirnya.
Baca juga : Kementerian BUMN Dan Kementan Lakukan Pembenahan Bibit Pertanian
Anggota DPR dari F-PDIP Hendrawan Supratikno percaya dengan ucapan Masinton. Sebagai sesama kader Banteng, Hendrawan yakin informan Masinton bukan kaleng-kaleng.
“Daya endus anggota dewan berbeda-beda. Untuk urusan konspirasi oligarki, rekan Masinton punya radar dengan jangkauan jauh,” kata Hendrawan.
Ia mengibaratkan kemampuan Masinton tersebut dengan memori perangkat versi mutakhir dan tahan lama. Dia juga menyebut kemampuan Masinton itu sudah lama diasah.
Baca juga : 4 Khasiat Yogurt Segar Dan Sehat Bagi Saat Berpuasa
“RAM-nya kuat, versi terkini dan berbaterai litium tahan lama,” cetus Hendrawan.
Anggota Komisi XI DPR RI ini menganggap, Masinton merupakan sosok yang dekat dengan para pemasok informasi penting. Dia pun yakin informan Masinton untuk isu kasus dugaan korupsi ekspor migor sebagai fundraising isu tunda pemilu bukan kaleng-kaleng.
“Sudah diasah sejak lama. Rajin bergaul dengan sumber-sumber informasi penting. Jadi bukan kelas kaleng-kalenglah. Ngeri-ngeri sedap,” imbuh Hendrawan. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.