Sebelumnya
Akun @Sunaryo menegaskan, pemusnahan barang yang sudah tidak layak pakai harus ada berita acaranya. “Kesannya sembunyi-sembunyi dan di lahan orang,” kritiknya.
Akun @Ride_to_life menduga, timbunan sembako di Depok untuk melenyapkan barang bukti saat akan ada audit perusahaan penyaluran beras selama masa pandemi Covid-19. Perusahaan takut ketahuan karena bantuan belum disalurkan.
Baca juga : Ditutupin Terpal, Bau Telor Busuk
“Depok cocok menjadi daerah istimewa selanjutnya setelah Yogya. Segala peristiwa besar selalu berasal dari Depok. Baru-baru ini sembako yang ditimbun juga ada di sana,” kata @rulerul.
Akun @viviyaah menambahkan, semua ada di Depok. Mulai asal mula Covid-19, babi ngepet, resmikan mata uang sendiri, Ahmad Musadeg ngaku nabi, hingga bansos segitu banyaknya ditimbun di tanah. “Depok memang ajaib,” kata dia.
Baca juga : Jaga Kepercayaan Rakyat
Sementara, @Panji_Koming tidak mempermasalahkan puluhan karung sembako yang ditimbun di Depok. Soalnya, sembako-sembako yang ditimbun adalah sembako rusak.
“Wong rusak kok dimasalahkan. Ya sudah wajar dibuang,” kata dia.
Baca juga : Kasus Polisi Tembak Polisi Masih Banyak Tanda Tanya
Senada dilontarkan @Saltandlight. Kata dia, yang dilakukan PT JNE sudah sesuai prosedur. Sebab, bila barang atau paket tidak diambil pemiliknya dalam waktu sesuai perjanjian, maka perusahaan berhak memusnahkanya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.