BREAKING NEWS
 

Pangkas Kesenjangan Waktu Tunggu Antar Provinsi

Antrean Kuota Haji Reguler Mau Diubah Jadi Nasional

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Sabtu, 29 Oktober 2022 06:30 WIB
Ilustrasi Calon Haji. (Foto: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto).

 Sebelumnya 
“Usul diutamakan dulu yang usia lanjut, misal 50 tahun ke atas priori­tas berangkat duluan,” sambung @SigitSulistiyo.

Akun @Kilo11_220N10W mengata­kan, wacana yang digulirkan Kemenag sudah tepat. Meski sedikit telat. “Dari sekian tahun kenapa baru ada ide seperti ini,” katanya.

Akun @Whatslovve mengatakan, Kemenag kudu benar-benar cari solusi keberangkatan haji. Maksimal, waktu tunggu keberangkatan haji 10 tahun.

Baca juga : Anabul Kesayangan Sakit? Cek Langsung di Klinik Hewan Kota Tangerang

“Syukur-syukur bisa jadi 5 tahun. Semoga wacana ini bisa mempercepat jemaah berangkat haji,” harapnya.

Sementara, @AhmadRizki menilai, wa­cana Kemenag ini tidak tepat. Kebijakan yang paling mendesak yakni memprioritas­kan jemaah lanjut usia. “Ngaco Kemenag, urutin usia 60 ke atas dulu, dilarang haji kedua setelah 10 tahun,” katanya.

Menurut @JkSam, seharusnya pem­batasan pemberangkatan haji diberlakukan kepada mereka yang sudah pernah melak­sanakan ibadah haji. Caranya, kalau mereka daftar lagi ditaruh urutan buncit.

Baca juga : Kemendagri Dukung 3 Provinsi Baru Di Papua Jadi Dapil Tersendiri Di Pemilu 2024

“Kasian yang belum pernah haji. Nunggunya lama sekali gara-gara kuotan­ya dipakai yang sudah pernah haji. Orang wajib haji juga cuman 1 kali seumur hidup. Beri kesempatan kepada yang belum pernah haji,” tutur @JkSam.

Akun @mysteriousfy mengatakan, ant­rean haji akan terus panjang jika fasilitas talangan masih diberlakukan. Fasilitas haji talangan merupakan masalah uta­manya. “Jadi, masyarakat yang punya uang Rp 1-2 juta sudah bisa dapat no­mor antrean haji, sehingga antreannya menumpuk drastis,” ungkapnya.

Akun @truzlover setuju, adanya fasili­tas dana talangan haji menjadikan urutan antrean haji jadi sangat panjang dan lama. Dia memisalkan praktik tersebut seperti antre di suatu tempat, tapi yang antre cuma sendalnya saja, orang aslinya belum datang.

Baca juga : Kepala BNPT Dan Dubes China Bahas Kerja Sama Bilateral

“Alhasil, antrean sandalnya panjang banget padahal orang-orang pemilik san­dal itu nggak tahu di mana,” katanya.

Akun @Dennaaja_ menyarankan orang yang ingin segera haji kuliah atau kerja di luar negeri. Kemudian, naik haji menggunakan jatah haji dari kuota negara yang bersangkutan. “Nggak perlu nunggu. Apalagi kalau negaranya mayori­tas non Muslim,” ungkapnya.

“Iya benar, aku juga pernah denger pengalaman orang Indonesia yang tinggal di Jepang terus berangkat haji. Prosesnya sebentar, habis itu berangkat deh. Aku juga pengen gitu, semoga bisa. Aamiin,” timpal @naleecano. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense