Sebelumnya
“Usul diutamakan dulu yang usia lanjut, misal 50 tahun ke atas prioritas berangkat duluan,” sambung @SigitSulistiyo.
Akun @Kilo11_220N10W mengatakan, wacana yang digulirkan Kemenag sudah tepat. Meski sedikit telat. “Dari sekian tahun kenapa baru ada ide seperti ini,” katanya.
Akun @Whatslovve mengatakan, Kemenag kudu benar-benar cari solusi keberangkatan haji. Maksimal, waktu tunggu keberangkatan haji 10 tahun.
Baca juga : Anabul Kesayangan Sakit? Cek Langsung di Klinik Hewan Kota Tangerang
“Syukur-syukur bisa jadi 5 tahun. Semoga wacana ini bisa mempercepat jemaah berangkat haji,” harapnya.
Sementara, @AhmadRizki menilai, wacana Kemenag ini tidak tepat. Kebijakan yang paling mendesak yakni memprioritaskan jemaah lanjut usia. “Ngaco Kemenag, urutin usia 60 ke atas dulu, dilarang haji kedua setelah 10 tahun,” katanya.
Menurut @JkSam, seharusnya pembatasan pemberangkatan haji diberlakukan kepada mereka yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji. Caranya, kalau mereka daftar lagi ditaruh urutan buncit.
Baca juga : Kemendagri Dukung 3 Provinsi Baru Di Papua Jadi Dapil Tersendiri Di Pemilu 2024
“Kasian yang belum pernah haji. Nunggunya lama sekali gara-gara kuotanya dipakai yang sudah pernah haji. Orang wajib haji juga cuman 1 kali seumur hidup. Beri kesempatan kepada yang belum pernah haji,” tutur @JkSam.
Akun @mysteriousfy mengatakan, antrean haji akan terus panjang jika fasilitas talangan masih diberlakukan. Fasilitas haji talangan merupakan masalah utamanya. “Jadi, masyarakat yang punya uang Rp 1-2 juta sudah bisa dapat nomor antrean haji, sehingga antreannya menumpuk drastis,” ungkapnya.
Akun @truzlover setuju, adanya fasilitas dana talangan haji menjadikan urutan antrean haji jadi sangat panjang dan lama. Dia memisalkan praktik tersebut seperti antre di suatu tempat, tapi yang antre cuma sendalnya saja, orang aslinya belum datang.
Baca juga : Kepala BNPT Dan Dubes China Bahas Kerja Sama Bilateral
“Alhasil, antrean sandalnya panjang banget padahal orang-orang pemilik sandal itu nggak tahu di mana,” katanya.
Akun @Dennaaja_ menyarankan orang yang ingin segera haji kuliah atau kerja di luar negeri. Kemudian, naik haji menggunakan jatah haji dari kuota negara yang bersangkutan. “Nggak perlu nunggu. Apalagi kalau negaranya mayoritas non Muslim,” ungkapnya.
“Iya benar, aku juga pernah denger pengalaman orang Indonesia yang tinggal di Jepang terus berangkat haji. Prosesnya sebentar, habis itu berangkat deh. Aku juga pengen gitu, semoga bisa. Aamiin,” timpal @naleecano. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.