Sebelumnya
Keempat, mendorong pemerintah segera mengaplikasikan dan menjalankan Undang-Undang Pesantren dan juga peningkatan guru ngaji, imam masjid, atau mushola seperti yang telah dilakukan di Jawa Tengah, sehingga program ini menjadi program nasional, termasuk di dalamnya mengupayakan kesehatan di lingkungan pesantren.
Kelima, kebersamaan ulama dan umara harus terus dilakukan, pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal munculnya Jam’iyyah masyayikh yang bisa membarengi pemerintah demi keberlangsungan dan kedamaian bangsa.
Keenam, untuk daerah Papua, serta beberapa daerah-daerah baru berkembang dimohon program keagamaan yang telah berjalan atau berkembang jangan sampai dimundurkan kembali. Selain itu, hendaknya ada pemerataan lulusan pesantren yang difasilitasi oleh pemerintah, sehingga alumni pesantren dapat mengamalkan ilmunya dan mampu menjangkau daerah pelosok seperti Papua.
Baca juga : Ganjar Pranowo Silaturahmi Dengan Masyayikh Se-Indonesia Di Rembang
Ketujuh, mengenai masalah radikalisme, hendaknya pemerintah lebih serius dalam mengatasinya, karena hal itu mencoreng wajah Islam, khususnya di daerah-daerah rawan konflik.
Kedelapan, Pemerintah harus melibatkan tiga unsur sebelum mengeluarkan kebijakan, yakni unsur pemerintahan, keagamaan, dan adat istiadat setempat.
Usai pertemuan, Ganjar menyatakan bahwa silaturahmi umara dengan para masyayikh di momen 1 Muharram ini, sangat bermanfaat sebagai kesempatan mendiskusikan berbagai hal terkait kemaslahatan bangsa dan negara. Ganjar juga mengaku mendapatkan banyak masukan ihwal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman dan kemajemukan masyarakat.
Baca juga : Maknai Tahun Baru Hijriah Dengan Pengamalan Agama Inklusif dan Toleran
“Terima kasih, ini silaturahmi dengan para Masyayikh, Habaib di Sarang, kita diskusi soal bagaimana membangun kebersamaan, membangun bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurut Ganjar, pertemuan dengan para pemuka agama menjadi penting dan sangat dibutuhkan untuk mengawal perjalanan pembangunan nasional. “Saya mendapatkan banyak petuah, saya mendapatkan banyak masukan dan beberapa di antaranya mengusulkan agar pertemuan semacam ini terus dilakukan, tentu saya menerima dengan baik,” kata Ganjar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin menjelaskan, pertemuan dengan para masyayikh berlangsung sangat produktif, sebagaimana seharusnya saling bertukar pikiran antara umara dengan ulama. Antara lain soal upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan keagamaan.
Baca juga : Wamenag: Tahun Baru Islam Momentum Intropeksi Diri Dan Perkuat Sosial
Bahkan, lanjut Gus Yasin, para masyayikh juga mengusulkan sejumlah program yang langsung ditanggapi positif oleh Ganjar. “Alhamdulillah tadi ulama-ulama di dalam semua senang dengan apa yang disampaikan oleh Mas Ganjar. Bahkan ke depan juga sudah diprogramkan apa yang diminta oleh para ulama langsung ditanggapi,” ucap Gus Yasin.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 21/7/2023 dengan judul Rayakan Tahun Baru Islam Dengan Masyayikh Se-Indonesia, Ganjar Dekat Dengan Ulama
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.