RM.id Rakyat Merdeka - Para Caleg PDIP dan PAN di Daerah Pemilihan (Dapil) Yogyakarta akan bersaing ketat untuk bisa masuk DPR. Meskipun pada pemilu sebelumnya menang dengan memperoleh dua kursi di dapil ini, posisi caleg Banteng pada pemilu kali ini belum aman.
Pada Pemilu lalu, dua caleg PDIP di dapil ini masuk Senayan. Yaitu, Esti Wijayati dan Mohammad Idham Samawi. Sedangkan PAN cuma satu, Ibnu Mahmud Bilalludin. Ketiganya kini dipastikan kembali maju di dapil Yogya.
Kekokohan ketiganya di dapil ini akan diuji dengan rekan separtai. Selain memasang Esti Wijayati dan Idham Samawi, PDIP juga menurunkan mantan pemain tenis Yayuk Basuki hingga budayawan Totok Hedi Santoso. Tentu, ini jadi ujian bagi petahana Esti dan Idham.
Baca juga : Bos Demokrat Jakarta Instruksikan Caleg Kerja Keras Dekati Rakyat
Sedangkan PAN menempatkan elite DPP dan mantan kepala daerah untuk menambah daya gedor suara partai besutan Zulkifli Hasan itu. Yakni Bendahara Umum DPP PAN, Totok Daryanto dan mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo.
Meski dua nama tersebut merupakan tokoh nasional dan mantan pejabat publik, tapi PAN menempatkan Totok dan Sri di nomor terakhir.
Selain itu, dapil Yogyakarta juga diwarnai oleh sejumlah figur populer. Misalnya putri Presiden ke-2 Soeharto, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) yang duduk di nomor urut satu caleg Gerindra. Meski sebagai penantang baru, tapi Titiek bukan muka baru di Senayan.
Baca juga : Debat Capres-Cawapres Dibikin Lebih Menggigit
Belum lagi ada nama Gandung Pardiman, petahana dari Golkar. Gandung merupakan Ketua DPD Golkar Yogyakarta yang duduk di Komisi VII DPR. Sebagai orang nomor satu di Golkar Yogyakarta, Gandung rajin memberikan hadiah kepada para kadernya.
Kendati demikian, kekuatan Gandung di dapil ini bukan tanpa perlawanan. Terutama dari rekan separtainya. Sebab, Golkar mengutus nama baru. Orang baru itu adalah Fadhl Muhammad Firdaus. Fadhl diketahui adalah direktur perusahaan yang bergerak di bidang peternakan.
Kembali ke Gandung. Dia optimis, mampu mempertahankan kursinya di Senayan, walaupun harus menghadapi muka lama dan baru yang dikenal populer. "Saya optimistis masih dapat mempertahankan kursi di dapil ini. Apalagi, selama ini saya sudah bergerak di akar rumput," kata Gandung kepada Rakyat Merdeka, Jumat (1/12/2023).
Baca juga : Dividen Jadi Bagian Apresiasi BNI Pada Para Pemegang Saham
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, suara PAN di Yogyakarta akan tetap aman meskipun sudah ditinggal Amien Rais. Apalagi, PAN identik dengan Muhammadiyah. Dan, Yogyakarta mayoritas warga Muhammadiyah.
Dengan demikian, Dedi menilai, suara PAN bakal tetap aman sebagai sandaran dari warga Yogyakarta yang bermazhab Muhammadiyah. "PAN masih tetap lebih kuat. Hal ini didukung porsi suara nasional PAN yang masuk ke posisi tengah, bahkan meninggalkan Demokrat, juga PKS," aku dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.