BREAKING NEWS
 

Ada 9,9 Juta Gen-Z Nganggur

Pembukaan Lapangan Kerja Harus Dikebut

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 20 Mei 2024 07:25 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wa­menkeu) Suahasil Nazara. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Obon menambahkan, selain banyaknya generasi muda yang menganggur, situasi ketenagak­erjaan di Indonesia juga diwar­nai dengan maraknya PHK. Pada awal 2024, banyak PHK di berb­agai perusahaan, sebagian besar dari perusahaan manufaktur.

“Situasi menjadi semakin sulit, karena warga yang terkena PHK sulit mendapat pekerjaan baru. Saat ini, ada Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), jaminan sosial berupa uang tunai, informasi pasar kerja dan pelatihan untuk pekerja atau buruh yang mengalami PHK, tapi pelaksanaannya belum maksimal,” jelasnya.

Di media sosial X, netizen juga mengeluhkan susahnya mencari pekerjaan. Akun @cuanforever menyatakan, angka penganggu­ran harusnya bisa ditekan dengan cara-cara antisipatif.

“Tiap tahun, jumlah pertum­buhan pencari kerja lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja yang tersedia. Sementa­ra, investor asing enggan masuk, dan kurangnya entrepreneur baru. Lapangan kerja lambat bertambah, dan pengangguran semakin tinggi,” tulisnya.

Baca juga : KIM Ancang-ancang Jalan Bareng Lagi Di Banten

Akun @Rziwang menutur­kan, banyaknya pengangguran disebabkan persyaratan lowon­gan kerja yang susah dipenuhi. Mulai dari tingkat pendidikan, pengalaman, hingga beban kerja.

“Mana ada batasan usia pula. Di luar negeri setua apapun asal masih produktif masih dipake tuh. Di sini semuanya minta yang penampilan menarik, ma­sih muda, dan single,” sebutnya.

Sementara, akun @kngmj me­nilai, tingginya angka penganggu­ran Gen-Z lantaran banyak yang tidak memiliki ijazah sarjana.

“Faktanya, lulusan SMK men­jadi penyumbang pengangguran tertinggi. Sebab, kompetensi mereka tidak sesuai kebutuhan industri. Makanya, banyak yang berjuang untuk kuliah S1, menge­jar peluang kerja yang lebih luas,” cuitnya.

Baca juga : Kampus Kok Berbisnis Sama Mahasiswanya

Namun, akun @adie_rew berpendapat, ijazah sarjana tidak menjamin mudah mendapatkan pekerjaan.

“Mau sarjana atau yang belum lulus, hanya mengundur status pengangguran. Saat ini, pendi­dikan tidak lagi bisa menjanji­kan masa depan. Banyak yang berpendidikan tinggi, tapi tidak memperoleh pekerjaan. Gelar sarjana hanya masalah status sosial, tanda orang itu pernah kuliah,” sentilnya.

Akun @rafindomie menerangkan, adanya lingkaran setan yang mengakibatkan angka pengangguran susah berkurang.

“Biaya kuliah semakin ma­hal, kuliah makin susah, angka pengangguran meningkat, lantas pemasukan negara dari pajak penghasilan menurun. Nanti Pemerintah bingung dengan kebi­jakannya sendiri,” urainya.

Baca juga : 10 Ribu Puskesmas Terakses Internet

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 20 Mei 2024 dengan judul Ada 9,9 Juta Gen-Z Nganggur, Pembukaan Lapangan Kerja Harus Dikebut

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense