RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengkritik pemilihan direktur utama (Dirut) pengganti antar waktu TVRI oleh Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI, Iman Brotoseno. Menurutnya, pemilihan itu tidak mempertimbangkan Ketetapan MPR RI mengenai etika kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Dewas tidak mempertimbangkan rekam jejak Iman Brotoseno, yang pernah menjadi kontributor majalah dewasa Playboy Indonesia," kata HNW dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/5).
HNW menuntut Dewas TVRI memberikan penjelasan secara gamblang, soal alasan pemilihan Imam. Bahkan, jika perlu langsung merevisi keputusannya, jika menyadari terdapat kekeliruan.
Baca juga : Di Laut, Orang Miskin Masih Dijajah
HNW mempertanyakan rekam jejak komprehensif calon Dirut, yang dinilainya luput dari perhatian dalam pemilihan. "Memperhatikan rekam jejak sangat penting, karena Dirut TVRI merupakan jabatan publik yang sangat strategis dan dibiayai oleh APBN," katanya.
Politikus PKS itu mengingatkan, setiap penyelenggara negara harus tunduk pada TAP MPR RI VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.
"Di dalam TAP MPR itu, salah satu poinnya adalah pentingnya etika sosial dan budaya, yaitu dengan perlu menumbuhkembangkan kembali budaya malu. Yakni malu berbuat kesalahan, dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa," ujarnya.
Baca juga : Pendidikan Kena Imbas Corona, Pemerintah Jangan Ragu Kasih Stimulus
HNW menilai, rekam jejak Dirut baru TVRI tersebut tidak menggambarkan apa yang diamanatkan dalam TAP MPR. Apalagi, menurut HNW, mulai dari Pemimpin Redaksi hingga beberapa model majalah tersebut pernah diproses secara hukum terkait delik kesusilaan.
HNW yang merupakan anggota Komisi VIII DPR RI itu menilai, pengangkatan Dirut PAW TVRI dengan rekam jejak seperti itu, tidak sesuai dengan budaya beragama di Indonesia.
Hal itu berpotensi membuat gaduh dan resah masyarakat, di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga : Penyuap Eks Dirut PTPN III Dijebloskan ke Lapas Cipinang
"Masyarakat semestinya dibantu dengan hadirnya kebijakan-kebijakan yang membanggakan dan menenteramkan. Agar menguatkan religiusitas dan harapan, serta kepercayaan pada institusi negara, yang akan berkontribusi mengatasi Covid-19," katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.