Sebelumnya
“Masyarakat agar tetap di rumah dan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat secara virtual yang saat ini sudah semakin mudah dilakukan,” pinta Doni.
Akun jagapati memahami kebijakan pemerintah yang semula membolehkan mudik lokal, namun kini melarang. Soalnya, kata dia, meski sudah dilarang, ada 18 juta orang tetap nekat mudik di masa pra & pasca.
“Gimana kalau ditambah mudik lokal?” tanya Jagapati. “Mudik lokal juga dilarang. Fixed, lebaran di rumah saja!,” sambung @Sarang143u menimpali.
Baca juga : Jangan Lelah Ingatkan Sesama Untuk Pakai Masker Ya...
Menurut @lokadata, para epidemiolog sudah mengatakan bahwa pulang kampung dalam skala lokal juga tetap dapat memicu ledakan kasus Covid-19. Sehingga, sudah selayaknya mudik dan mudik lokal dilarang.
“Transmisi lokal maupun transmisi dari luar sama bahayanya. Sehingga, yang paling baik adalah mengurangi mobilitas kita. Kita tidak melakukan mudik tahun ini,” kata Jarot.
Menurut @Kopi_laut, hampir seluruh wilayah di Pulau Jawa red zone alias zona merah. Sehingga, kata dia, mudik dibatasi atau tidak dibatasi, sudah tidak berarti, karena penularan terjadi sudah secara lokal.
Baca juga : Perketat Pengawasan, Tindak Tegas Pelakunya
Namun akun Samsul Saprol menyesalkan mudik lokal dan pulang kampung (pulkam) dilarang pemerintah, tapi pariwisata tetap dibuka. Padahal, kata dia, mau mudik dalam aglomerasi atau bukan, tetap saja berpotensi menularkan virus Corona. “Mau lokal atau interlokal juga, sama-sama menyebarkan Covid-19,” tandas dia.
“Kalau mudik antar kota dan wilayah, sedangkan wisata yang dibuka untuk wisatawan lokal. Kalau semua dilarang, nanti ngamuk lagi, dan ekonomi nggak jalan,” timpal Anton Sukisno.
Akun @arionbatara menyambung. Dia bilang, mudik dilarang karena masif dan berpotensi menyebarkan virus ke daerah yang relatif rendah kasusnya. Sedangkan, wisata lokal diperbolehkan karena masih satu wilayah. “Dan upaya menjaga ekonomi” tukas @arionbatara.
Baca juga : Menag Perintahkan Anak Buah Perketat Prokes Di Masjid
Akun @ichal_Jafar juga tidak setuju dengan larangan mudik lokal. Kata dia, seharusnya mudik lokal antar kabupaten kota, di wilayah zona hijau dan kuning diperbolehkan.
“Warga mudik lokal dilarang, tapi Tanah Abang sama Pasar Baru Bandung ramai bener. Sama aja itu bisa superspreader Corona,” kritik @ichal_Jafar. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.