RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan memangkas jumlah perusahaan pelat merah. Tujuannya, agar pengelolaan BUMN lebih efisien dan optimal.
“Saatnya kami merapikan 143 BUMN. Karena toh dividennya (kepada negara), faktanya cuma ada dari 10 BUMN saja,” ungkap Erick dalam acara Halal Bihalal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Rabu (16/6).
Mantan bos Inter Milan ini mengungkapkan, dari jumlah BUMN tersebut, ternyata cukup banyak BUMN yang tidak sehat dari sisi kinerja. Dan, hanya menjadi sapi perah saja bagi segelintir orang.
Baca juga : Petani Tebu Merasa Beban Makin Berat
“Kalau jumlahnya banyak tapi banyak yang nggak sehat, nggak ada hasilnya. Akhirnya jadi apa? Jadi sapi perah,” cetus Erick.
Ia meyakinkan, hal tersebut harus dilakukan oleh Kementerian BUMN, sebagai langkah efisiensi dan upaya mengoptimalkan kinerja BUMN yang benar-benar kompeten secara bisnis.
Bos Mahaka Group ini meminta, 12 klaster di BUMN bisa bersaing secara kompeten, baik dengan perusahaan lokal maupun perusahaan dari luar negeri.
Baca juga : Pejabat BUMN Harus Siap Dipilih Dan Dicopot
Erick menuturkan, saat ini ada dua klaster terbaik BUMN. Yakni, klaster perbankan dan telekomunikasi.
Pada klaster perbankan, setidaknya ada tiga bank yang masuk ke dalam jajaran Fortune 500. Ini adalah daftar perusahaan bergengsi internasional. “Di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) kita ada tiga bank masuk Fortune 500, jadi perusahaan besar. Ada Mandiri, BRI dan BNI,” rincinya.
Untuk telekomunikasi, Erick memuji Telkomsel. Menurutnya, dari sekian banyaknya perusahaan teknologi melakukan merger, klaster BUMN telekomunikasi Indonesia masih tetap kuat. “Telkomsel masih lebih besar dibanding perusahaan teknologi lain di Indonesia,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.