Sebelumnya
“Dalam situasi pandemi ini, sebaiknya seluruh komponen bangsa kedepankan pikiran, sikap, dan tindakan yang membangun persatuan, mengedepankan gotong-royong, dan melakukan hal-hal yang konkret untuk membantu rakyat,” pesannya.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyesalkan, masih ada pihak yang menghina Jokowi. Menurutnya, pernyataan Mega harus menjadi pelajaran bagi rakyat Indonesia. Boleh mengkritik, namun ada tata kramanya.
Baca juga : Sertifikat Vaksin Syarat Warga DKI Beraktivitas
“Kritik itu kan membangun, bukan menghujat. Bukan dengan julukan yang tidak layak. Itu penting banget,” imbuh Ngabalin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Lalu, apa penilaian pengamat? Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, siapapun orangnya, jika menjadi pemimpin harus terima konsekuensinya, termasuk dihina. Karena hal itu merupakan salah satu ujian kepemimpinan seseorang.
Baca juga : Pandemi Mengajarkan Kita Saling Bantu, Semampu Yang Kita Bisa
“Sikap Gibran yang menanggapi kritik dengan biasa saja memperlihatkan kedewasaan. Memang pemimpin itu akan selalu jadi sasaran kritik,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari melihat, Gibran menanggapi enteng hinaan yang ditujukan untuk bapaknya karena memang sudah biasa. “Mungkin sudah terlatih menghadapi situasi dan kondisi seperti ini. Sehingga tidak mudah baper,” duga Qodari.
Baca juga : Giliran Rumah Dinas Bupati Banjarnegara Digeledah KPK
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, tak aneh dengan sikap Gibran yang cuek bapaknya dihina. Sebab, dari kesehariannya sudah terlihat cuek.
Hal ini berbeda dengan Mega yang juga pernah menjadi Presiden. Dia bisa merasakan sakitnya penghinaan dan kritik yang dilontarkan lawan-lawan poitiknya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.