Sebelumnya
“Para orangtua, kita semua tak boleh lengah. Sebab, Covid-19 belum musnah,” ujar @sudirmansaid.
Akun @blekatze meminta kepala daerah tidak menyia-nyiakan kesempatan membuka PTM. Jika jumlah vaksinasi daerahnya sudah di atas ambang batas herd immunity, lebih baik mulai sosialisasi PTM.
Baca juga : Jangan Jumawa, Endemi Masih Jauh
“Terlebih daerah yang memang jauh dari pusat kota, tentu dengan ketentuan sesuai prokes pandemi,” tuturnya.
Akun @thstdy mengatakan, untuk sekolah yang akan gelar tatap muka, lebih baik vaksin dulu. Soalnya, nanti kalau ada satu siswa yang terpapar Covid-19, PTM langsung diberhentikan. “Ini peraturan sekolahku,” ungkap @thstdy.
Baca juga : Dosis Satu Dan Dua Harus Sama Ya!
Sementara, @bellpass1 mengatakan, menjaga keselamatan peserta didik lebih utama dari learning loss. Sebelum vaksinasi untuk peserta didik, guru dan tenaga kerja pendidikan lainnya terlaksana, negara sebaiknya tidak memaksakan PTM.
Senada, @simple_mikee menilai PTM tidak layak dilakukan karena tingkat vaksinasi di Indonesia yang masih rendah. Dia meminta pemerintah fokus dua juta dosis per hari dulu untuk empat bulan ke depan.
Baca juga : Akses Ke Vaksin Jangan Dibikin Ribet
“Jangan buang waktu. Ada risiko gelombang ketiga di Desember-Januari kalau vaksinasi lambat,” katanya.
Akun @santanella2020 meminta pemerintah memastikakan lebih dulu pengajar dan perangkat sekolah sudah divaksin semua. Bahkan, kalau bisa di setiap sekolah ada sentra vaksin agar murid bisa aman melaksanakan PTM. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.