Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tingkat Kesembuhan Covid-19 Cetak Rekor

Yang Masih Sakit, Tetap Semangat Yang Sembuh, Tetap Jaga Prokes

Kamis, 26 Agustus 2021 06:10 WIB
Sejumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 bermain bola basket di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/8/2021). (ANTARA FOTO)
Sejumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 bermain bola basket di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/8/2021). (ANTARA FOTO)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia semakin meningkat. Bahkan, melampaui rata-rata kesembuhan di dunia.

“Indonesia (angka kesembuhan) 89,5 persen, sedangkan di dunia 89,47 persen,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Wiku menuturkan, peningkatan angka kesembuhan disumbang beberapa provinsi sepekan terakhir. Yaitu, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) naik 6,69 persen, Kalimantan Barat (Kalbar) naik 6,06 persen dan Papua Barat naik 5,54 persen.

Selanjutnya, Sulawesi Tengah naik 5,52 persen, Gorontalo naik 5,48 persen dan Nusa Tenggara Timur (NTT) naik 5,37 persen.

Berita Terkait : PPKM Turun Level, Senang Tapi Tetap Tak Boleh Lengah

Lebih lanjut, Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengatakan, lima provinsi juga menorehkan penurunan kasus aktif nasional. DIY tercatat paling tinggi dengan penurunan 6,75 persen.

Kemudian, Kalimantan Barat turun 6,18 persen, Gorontalo turun 5,78 persen, Sulawesi Tengah turun 5,64 persen dan Papua Barat turun 5,39 persen.

“Saya apresiasi kepada lima provinsi ini karena telah berhasil menyumbangkan penurunan kasus aktif tertinggi dan di saat ber­samaan peningkatan kesembuhan tertinggi pula,” ujar Wiku.

Meski tingkat kesembuhan lebih tinggi, Wiku mengingatkan, tingkat kematian di Indonesia juga lebih tinggi dari dunia.

Berita Terkait : Apa Pun Mereknya, Jika Tak Jaga Prokes Tetap Saja Diincer Corona

Kata Adjunct Professor di bidang Infectious Disease and Global Health oleh Tufts University ini, persentase kematian Covid-19 di Indonesia mencapai 3,2 persen, sementara global sebesar 2,9 persen.

“Masih tingginya penambahan kematian di Indonesia menyebabkan Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-9 kematian kumu­latif tertinggi di dunia,” ujar Wiku.

Menurut Wiku, per tanggal 22 Agustus, jumlah kematian mingguan di Indonesia berada pada angka 8.784 kasus. Atau masih lebih dari 1.000 kematian per minggunya.

Wiku membeberkan faktor tingginya kasus kematian di Tanah Air. Antara lain, kurangnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dan isolasi terpusat, ada warga yang terinfeksi Covid-19 tidak ditangani dengan cepat, dan melakukan isolasi mandiri dalam keadaan tidak memadai.

Berita Terkait : Duh, Banyak Pemda Abai Penanggulangan Covid-19

Netizen senang tingkat kesembuhan Covid-19 di Indonesia semakin tinggi. Semoga pan­demi lekas berakhir.
 Selanjutnya