BREAKING NEWS
 

Iseng-iseng Bikin Masker

Reporter : SHAHIH QARDHAVI
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 14 April 2020 01:22 WIB
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak Covid-19 ini masuk Indonesia, hampir semua orang mulai panik. Semua hal yang dibutuhkan untuk melindungi diri dari wabah itu ludes diborong. 

Banyak orang yang muncul egonya. Mereka lupa, banyak masyarakat lain yang juga membutuhkan apa yang mereka borong. Sesuai hukumnya, harga barang akan naik bila permintaan besar. Termasuk masker. Bahkan cenderung langka.

Saya pun sempat kesulitan dalam mendapatkan masker. Sempat mencari-cari di toko online. Namun, kalaupun ada, harganya tinggi. Enggak masuk akal. 

Baca juga : Anambas, Calon Saingan Raja Ampat

Saat browsing, saya menemukan penjual masker yang menyebutkan bahan masker yang dijualnya. Scuba. Harganya cukup mahal, Rp 35 ribu per piece. Saya pun membelinya dengan harga Rp 42 ribu, termasuk ongkos kirim. 

Adsense

Begitu maskernya sampai, saya sempat amati. Ternyata tidak sulit membuatnya. Saya pun iseng bertanya dengan tetangga yang kebetulan bekerja sebagai tukang jahit di Cipadu, pusat bahan pakaian di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dia bilang bahwa banyak yang jual bahan scuba di sana.

Benar saja, saya mendapatkan bahan scuba dengan harga Rp 80 ribu per kilogram. Itu yang dua lapis. Yang satu lapis hanya Rp 50 ribu per kilogram. Untuk 1 kilogram, bisa dibuat masker sampai 50 piece. 

Baca juga : Wejangan Orang Tua

Saya pun iseng membuat pola potongan masker dan minta tolong dijahit. Dan hasilnya cukup memuaskan. Banyak kawan yang suka melihatnya. Selain mengikuti imbauan pemerintah, masker yang saya bikin juga stylish.

Karena hasilnya bagus, saya pun membuat banyak masker untuk dibagikan ke tetangga yang membutuhkan. Tanpa disangka, ada seorang kawan yang memesan 150 piece masker dengan harga Rp 13 ribu per peace. Alhamdulillah, pesanan sudah dikirim. 

Sekarang, sambil mengisi waktu luang di rumah, saya dan istri pun sibuk memotong-motong kain scuba untuk dijadikan masker. Kami juga membuat sejumlah warna yang bisa dipadankan dengan warna baju atau hijab bagi wanita berjilbab.

Baca juga : Nunggak PBB, Jangan Harap Dapat Tanda Tangan Camat

Shahih Qardhavi, Wartawan Rakyat Merdeka

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense