RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Arsul Sani berkunjung ke Amerika Serikat (AS) bersamaan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke AS dalam rangka KTT ASEAN-AS di Washington DC.
Selama di AS, Arsul Sani menghadiri halal bi halal dengan Diaspora Indonesia yg tinggal di kawasan Washington DC, Virginia dan Maryland, bersama Duta Besar LBBP Indonesia untuk AS, Rosan Roeslani, istri dan jajaran KBRI di Washington DC.
Halal bi halal ini diselenggarakan oleh IMAAM Centre dan berbagai perkumpulang Diaspora Indonesia disana bertempat di Auditorium University of Distric of Columbia Minggu (8/5).
Baca juga : Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan: DPR Apresiasi Kinerja Pemerintah Dan TNI-Polri
Selain itu, Wakil Ketua MPR ini juga bertemu WNI yang bekerja di kota Philadelphia, Pennsylvania. Di kota ini ribuan WNI dan diaspora Indonesia bekerja di berbagai sektor industri dan perdagangan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke San Francisco di negara bagian California. Dalam kunjungan ke tiga kota di AS ini, Arsul Sani mencatat hal yang paling menonjol yang disampaikan oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di sejumlah kota dan universitas di AS, yakni apresiasi mereka terhadap Kedutaan Besar di Washington DC dan Konsulat Jenderal di San Francisco.
Sejumlah mahasiswa menyampaikan kepada Wakil Ketua MPR ini apresiasi terhadap KBRI dalam hal ini Dubes Rosan Roeslani dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Akdikbud) Prof. Popy Rufaidah atas atensinya yang tinggi terhadap para mahasiswa Indonesia, khususnya yang berasal dari Papua dan Papua Barat.
Baca juga : Pertahankan Prestasi KPK
Banyak kesulitan para mahasiswa Papua yang dibantu oleh Dubes dan Atdikbud KBRI Washington DC ini. Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh sejumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di California, Washington dan Oregon terhadap KJRI di San Francisco.
Prasetyo Hadi, Konsul Jenderal di kota ini dan jajarannya dinilai memberikan perhatian luar biasa terhadap para mahasiwa Indonesia, termasuk yang berasal dari Papua dan Papua Barat yg sedang belajar di tiga negara bagian AS ini.
"Saya terharu mendengar misi diplomatik Indonesia ini memberikan perhatian besar terhadap putra-putri Indonesia ini," unkap Arsul Sani dalam keterangannya, Rabu (18/5).
Baca juga : Kompak Dukung Pemulihan Kinerja, Garuda Apresiasi Panja DPR
Para diplomat ini tidak lupa mengingatkan para mahasiswa bahwa ilmu dan keahlian yang mereka dapatkan di AS harus dikontribusikan untuk pembangunan dan kemajuan Indonesia. Apalagi sebagian besar para mahaiswa itu belajar dengan beasiswa LPDP dan berbagai instansi pemerintah atau BUMN Indonesia.
Khusus atensi KBRI dan KJRI terhadap para mahasiswa Indonesia Papua dan Papua Barat di AS ini, disebut oleh Arsul Sani sebagai satu cara yang bagus untuk mencegah mereka bergabung ke dalam gerakan separatisme di Papua. "Diharapkan sentuhan-sentuhan kebangsaan dan kemanusiaan yang diberikan kepada mereka akan menumbuhkan jiwa NKRI," tuturnya.
Mengakhiri keterangannya, Wakil Ketua MPR RI ini berharap seluruh misi diplomatik Indonesia di manapun bisa memberikan atensi dan sentuhan kebangsaan dan kemanusiaan kepada para mahasiwa. "MPR siap diundang dan membantu program2 KBRI atau KJRI dimanapun untuk acara-acara dialog kebangsaan," pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.