RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR RObert J Kardinal meminta Pemerintah memberi akses ke nelayan-nelayan di Kepulauan Maluku dan Papua untuk melakukan ekspor hasil tangkapannya secara langsung ke negara tujuan tanpa harus melalui Jakarta atau Surabaya. Sebab, dengan melalui Jakarta atau Surabaya, biaya menjadi sangat mahal.
Menurut Robert, produksi ikan, khususnya tuna, di Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara sangat tinggi. “Setiap bulannya, wilayah-wilayah tersebut bisa mengekspor hingga 100 kontainer ikan tuna,” kata Bendahara Umum Partai Golkar ini, kemarin.
Robert mengklaim, Papua Barat sebagai salah satu penghasil ikan tuna terbesar di kawasan Indonesia Timur. Lokasi pemancingan ikan tuna di Papua Barat tersebar dari Teluk Wondama, Kabupaten Sorong; Kepulauan Auri Kabupaten Biak; hingga Kepulauan Raja Ampat.
Baca juga : Pelatih Indra Tidak Khawatir
Menariknya, ikan tuna ini dihasilkan para nelayan kecil Papua dengan kapal berkapasitas angkut di bawah 5 ton. “Jadi, luar biasa. Setiap bulannya bisa lebih dari 100 kontainer yang dikirim ke luar. Itu baru dari Sorong saja. Belum yang lain-lain, dari Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Cuma sayangnya, pengiriman ekspor nelayan- nelayan kita itu sangat mahal. Sebab harus melalui Jakarta atau Surabaya,” tutur Ketua Kaukus Parlemen Papua dan Papua Barat ini.
Untuk itu, dia meminta Pemerintah memerhatikan pembangunan kelautan di Papua. Bukan hanya di Kepulauan Natuna. Sebab, pengiriman ikan para nelayan Papua sangat terhambat jika mesti lewat Jakarta. Salah satu hal yang perlu dilakukan Pemerintah, tambah Robert, adalah membangun pangkalan ikan di Papua. Pangkalan ini nantinya bisa mengekspor langsung ke negara tujuan melalui Guam atau Palau, negara kecil di Amerika dan Oseania.
“Agar masyarakat Papua Barat mendapat keadilan, kami meminta Pemerintah membuka penerbangan langsung ke Guam dan Palau yang cuma satu setengah jam dari Sorong. Dengan begitu, Papua bisa ekspor langsung ke Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa,” katanya.
Baca juga : Bamsoet : Aparatur Pemda Wajib Antisipasi Bencana
Robert lalu menyanjung Presiden Jokowi, yang begitu perhatian terhadap Papua dan kelangsungan industri perikanan di sana. Sayangnya, di level eksekutor, komitmen itu belum bisa diterjemahkan dengan baik.
Padahal jika ini dieksekusi, Papua bisa dengan cepat mengejar ketertinggalannya dari kawasan-kawasan lain, terutama Jawa. “Kami memberi apresiasi atas rencana Pemerintah di Natuna. Tapi, jangan lupa Papua dan Maluku juga butuh kemudahan seperti itu. Agar keadilan sosial bagi masyarakat bisa tercipta di tanah Papua. Papua butuh itu,” tandasnya.
Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Pemerintah akan membuat pangkalan ikan di Natuna. Luhut menyebut, Natuna dipilih karena letaknya strategis serta memiliki potensi produksi ikan tuna yang melimpah. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.