BREAKING NEWS
 

DPR Soroti Impor Bawang

Mendag Tidak Pro Pengusaha Dan Petani

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Sabtu, 23 Maret 2019 08:25 WIB
Petani bawang putih dipastikan akan merugi jika saat ini Mendag kembali impor. (Foto : istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin me­nentang keras rencana Ke­menterian Perdagangan (Ke­mendag) yang hendak mem­berikan kuasa penuh kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk impor bawang putih se­banyak 100 ribu ton.

Menurutnya, kebijakan Kemendag jelas salah dan berpotensi membahayakan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengejar swasembada pangan melalui program kemitraan importir dengan petani melalui kebi­jakan wajib tanam.

“Melanggar dong. Ngapain dibuat peraturan kalau itu dilanggar. Berarti kita tidak konsisten terhadap aturan yang ada,” tegas Akmal, kemarin.

Baca juga : Rommy Bilang Rutan KPK Pengap, KPK Bilang Sudah Penuhi Standar

Akmal menilai impor bawang putih melalui Bulog jelas sangat tidak adil bagi pengusaha dan juga petani. Dia pun menyayangkan rencana Kemendag ini sebab tidak hanya merugikan petani dan juga importir tapi juga menun­jukkan buruknya koordinasi pemerintah dalam hal impor pangan.

Dia mengingatkan, adanya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 38 Tahun 2017 Juncto 24 Tahun 2018 yang mewajibkan importir wa­jib tanam 5 persen dari kuota impor sebagai ijin pengusaha untuk mendapatkan rekomen­ dasi impor produk hortikultura (RIPH).

Adsense

Adapun Permentan ini meru­pakan salah satu terobosan Kementan untuk mengejar swasembada bawang putih pada 2021 melalui program kemitraan pengusaha dan petani. “Penunjukan impor bawang tanpa kewajiban tanam meru­ pakan pelanggaran Permentan No. 38 Tahun 2017 juncto 24 Tahun 2018, dimana ada kewajiban bagi importir bawang putih untuk menanam lima persen dari volume yang didapat dari RIPH,” katanya.

Baca juga : Awas, Ketidakadilan dan Bisa Langgar Hukum

Politisi PKS ini tegaskan, tu­juan diterbitkannya Pementan No. 38 Tahun 2018 itu bagus untuk percepatan swasem­bada bawang putih dan juga meningkatkan kesejahteraan para petani. Dengan kebijakan itu para petani terakomodir. Tidak lagi merasa dianaktiri­ kan oleh pemerintah.

Karena itu, dia meminta Kemendag memberikan ijin impor kepada pengusaha yang betul-betul te­lah menunaikan kewajibannya bermitra dengan petani untuk tanam bawang putih. “Kita minta Menteri Per­dagangan dan Bulog jangan menyetujui izin impor kalau tidak ada bukti penanaman. Itu saja kuncinya,” tegasnya.

Anggota Komisi IV Darori Wonodipuro juga mendesak penugasan Bulog untuk mela­kukan impor 100 ribu ton di­ evaluasi. Alasannya, kebijakan itu berpeluang membuat Bulog melakukan monopoli. “Bulog tak dapat melakukan impor bawang putih sendirian. Pemerintah harus memberi­ kan kuota kepada perusahaan swasta agar terhindar dari monopoli,” katanya.

Baca juga : Ekspor Dan Impor Melambat, Pengusaha Tak Salahkan Pemerintah

Darori mengatakan, pada dasarnya impor bawang putih tidak ada masalah sebab me­mang kebutuhan dalam negeri masih kurang. Namun demi­kian, hendaknya kebijakan impor ini memperhatikan masukan dari Kementan se­bab sebelumnya sudah ada Permentan wajib tanam mela­lui program kemitraan dengan petani bagi importir untuk mendapatkan izin impor. “Dikhawatirkan, penunjuk­ kan Bulog untuk melakukan impor komoditas bawang putih malah merugikan petani lokal,” tambah dia.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai kebijakan impor melalui Bulog ini tidak pro terhadap kepentingan petani dan pengusaha. “Kebijakan ini tidak pro ke petani. Petani ba­wang sepertinya ditinggalin,” ungkap dia.

Direktur Eksekutif Indo­ nesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin me­nilai kebijakan impor bawang putih mengancam elektabilitas Presiden Jokowi jelang 17 April. Apalagi kebijakan impor ini tidak pro petani juga pengu­saha. “Mereka harus diayomi. Dijaga. Kalau perlu diuntung­kan. Jangan dirugikan. Kalau dirugikan akan berbalik arah dan ini akan merugikan Pak Jokowi,” kata Ujang. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense