BREAKING NEWS
 

Posting Foto Cukur Rambut, AHY Soroti UMKM Paling Terdampak Corona

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : WAHYU SURYANI
Sabtu, 2 Mei 2020 15:06 WIB
Foto; Twitter

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali menyoroti soal tingginya angka pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat virus corona (Covid-19). Kali ini, AHY menulisnya di media sosial sembari memposting foto sedang cukur rambut di halaman rumahnya.

Sabtu (2/5) siang, AHY memposting tujuh cuitan terkait. Intinya, tentang ekonomi rakyat yang ambyar karena corona. Dia mengaku tergugah atas curhatan tukang cukur yang kehilangan pelanggan begitu virus corona mewabah.

“Di artikel opini Koran @jawapos (2/5), saya tulis pemikiran yang terinspirasi saat Pak Agus Asgar (Asli Garut) memangkas rambut saya. Beliau cerita tentang ribuan pemangkas rambut kehilangan pelanggan. Lebih dari dua juta pekerja informal, formal dirumahkan atau di-PHK akibat wabah Covid-19,” cuit AHY di akun Twitter @AgusYudhoyono.

Disarikan RMco.id, AHY mencoba menjelaskan kalau pengusaha kecil atau UMKM adalah yang paling terdampak situasi saat ini. Padahal, UMKM begitu berjasa di masa krisis ekonomi 1997-1998. UMKM menjadi penyelamat para pekerja yang dirumahkan atau di PHK kala itu.

Baca juga : Smesco: UMKM Olahan Makanan Paling Terdampak Corona

Namun kali ini, UMKM begitu terdampak. Tidak ada aktivitas. Pun dengan kelompok golongan keluarga muda, atau Gen Z sangat terpukul dengan situasi ini.

“Dalam skenario buruk, @KemenkeuRI perkirakan Indonesia bisa tumbuh negatif pada kuartal ke-2 2020. Gen Z paling terpukul. Mereka yang baru lulus, tidak bisa kerja, yang sudah kerja, dirumahkan atau di-PHK. Gen Y juga terpukul. Sebagian besar pendapatan tersedot pendidikan anak dan cicilan,” tulisnya.

Adsense

Ketidakpastian tentang akhir wabah ini, menurut AHY, sulit memperkirakan kapan bisa kembali bekerja dan berusaha. Jika ini berkepanjangan, cepat atau lambat, mereka akan berhadapan dengan pilihan dilematis: berdiam di rumah tapi kelaparan atau keluar rumah dengan risiko terpapar Covid-19.

Situasi semakin pelik ketika pemerintah mengambil kebijakan melepaskan lebih dari 30 ribu terpidana kriminal karena lapas-lapas tidak bisa menerapkan physical distancing, membuat tambah rumit.

Baca juga : Potong Kuku, Cara Sederhana Hindari Corona

“Mereka dilepas tanpa bantuan ekonomi. Menurut Polisi, tren angka kriminalitas naik. Dalam situasi ketidakpastian, ketegangan sosial mudah terpicu,” cuitnya.

Beragam persoalan itu, AHY mencoba meyakini saat ini adalah momentum untuk kembali kepada nilai dasar bangsa, yaitu gotong royong hingga galang solidaritas sosial.

“Dalam kapasitas sebagai ketua umum partai, saya menggerakkan struktur dan sumber daya untuk membantu melalui gerakan nasional lawan corona serta gerakan nasional peduli dan berbagi,” tegasnya.

Untuk itu, AHY berharap di situasi ini semua elemen masyarakat bersatu. Bergotong-royong. Jangan saling menyalahkan.

Baca juga : Kebijakan Restrukturisasi Kredit Bantu UMKM Di Tengah Corona

“Kita satukan kekuatan. Ini adalah tragedi kemanusiaan. Jangan saling salahkan, justru saling lengkapi dan kuatkan. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang terdampak. Mari kita lanjutkan perang total melawan pandemi. Solidaritas bangsa adalah kunci kemenangan kita,” tutupnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense