Sebelumnya
Dalam pidatonya, JK membahas soal kesiapan pemerintah menghadapi pemilu. Dia memastikan pemilu tahun ini akan baik dan aman. Hal ini didukung sejumlah alasan. Antara lain, Indonesia sudah berpengalaman menghadapi pemilu berkali-kali. Total 11 kali, termasuk 4 kali setelah reformasi. Dan semua aman dan damai.
Tidak ada yang meninggal karena konflik pemilu. Kalau pun ada, kata dia, karena terjatuh dari truk saat kampanye. Kemudian, sistem politik di Indonesia yang kondusif.
Di kita, pemilu tak jelas siapa lawan siapa. JK mencontohkan Golkar, yang lima tahun lalu bersama Jokowi melawan Prabowo. Sekarang, Golkar justru bersama Jokowi melawan Prabowo. "Ini soal mendapat bagian yang lebih besar. Jadi Insyaallah nggak ada krisis keamanan seperti di negara tetangga," katanya.
Baca juga : Wakil Ketua TKN : Jokowi-Maruf Amin Menang KO
Lagipula, menurut JK, aturan KPU juga semakin keras. Iklan-iklan dibatasi, kampanye terbuka juga dibatasi. Menurutnya, ribut-ribut yang terjadi menjelang pemilu hanya terjadi di media sosial (medsos). "Yang ribut itu bukan di lapangan, di medsos saja. Di lapangan ketemuan peluk-pelukan, cium-ciuman,: kata JK yang disambut tawa hadirin.
JK mengimbau para pengusaha di Indonesia tidak perlu khawatir terhadap dampak negatif dari Pilpres 2019. Para pengusaha juga tidak perlu berbondong-bondong ke luar negeri, menjelang pemungutan suara karena takut akan dampak ekonomi pasca pilpres.
Tak cuma pengusaha yang khawatir panasnya pemilu. SBY juga khawatir. Soalnya, dia melihat persaingan Pilpres 2019 lebih keras dibanding pilpres-pilpres sebelumnya. Perbedaan itu terlihat dari polarisasi yang nampak lebih tajam, serta dukungan antar identitas yang makin berjarak. SBY khawatir kerukunan dan keutuhan bangsa terancam. Dia meminta kadernya mencegah hal ini terjadi.
Baca juga : Nyalla Bisakah Menangkan Jokowi Di Jawa Timur?
SBY yang sedang berada di Singapura berpesan kepada kadernya, agar berperan aktif mengikuti seluruh rangkaian Pemilu 2019. "Ikutlah dan pastikan juga agar pemilu ini berlangsung secara demokratis, jujur dan adil," kata SBY, dalam surat yang dibacakan Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan di Kantor Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Kamis (28/2).
Ada dua surat yang ditulis SBY dari Singapura dan ditujukan untuk kader, pengurus Demokrat. Pertama soal Surat Edaran keputusan DPP Partai Demokrat tentang peningkatan intensitas dan efektivitas kampanye pemenangan Pemilu 2019. Satu lagi surat khusus dari SBY kepada Hinca, untuk dibacakan kepada seluruh kader dan selalu pengurus dan masyarakat.
Dalam surat itu, SBY berpesan agar masyarakat menjaga persatuan. "Pemilu memang keras. Tapi tak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi. Diperlukan tanggung jawab di jiwa besar kita semua. Utamanya para elit dan pemimpin bangsa," imbuhnya.
Baca juga : Hasto: Caleg PDIP Silakan Pasang Gambar Bung Karno
SBY juga membandingkan pelaksanaan pilpres di masa lalu yang berlangsung damai, tertib dan lancar karena rakyat Indonesia bisa menunjukkan kearifan dan kematangannya sehingga tidak terjadi benturan fisik di lapangan.
"Semoga partai berdemokrasi yang baik seperti itu dapat dijaga dan dilaksanakan kembali dalam Pemilu 2019," pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.