Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Debat Perdana Capres 2019
Wakil Ketua TKN : Jokowi-Maruf Amin Menang KO
Jumat, 18 Januari 2019 18:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bagaimana mengukur siapa yang unggul dalam debat perdana Capres tadi malam? Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding punya cara sederhana menilai siapa yang menang.
Kata politisi asal PKB ini, parameternya sederhana melihat yang unggul. Siapa di antara kedua kontestan yang sungguh-sungguh menjadikan visi misi kampanyenya sebagai sikap hidupnya, atau hanya menggunakan visi misi sebagai bahan retorika politik demi mencapai kekuasaan?
Pengamatannya, debat tadi malam, pasangan Jokowi-Maruf lebih kongkrit dan tidak abstrak dalam menerapkan visi dan misinya. Keduanya juga tampak tenang dan saling melengkapi dalam argumentasi. Kiai Ma'ruf misalnya memperkuat argumentsi Jokowi dengan beberapa dalil agama.
“Sementara kubu Prabowo karena hanya mengandalkan retorika, tampak panik dan gelagapan saat menanggapi sejumlah pertanyaan kritis,” kata Karding melalui pesan tertulisnya di Jakarta, Jumat (18/01).
Baca juga : Jelang Debat, Jokowi-Maruf Mantul
Karena itu, menyaksikan debat membahas empat tema yang diusung KPU: hukum, penegakkan HAM, korupsi, dan terorisme pasangan Capres nomor urut 01 menang telak. “Saya memastikan Jokowi-Ma'ruf menang K.O dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,” jelasnya.
Baginya kemenangan telak pasangan Jokowi-Maruf dapat terbaca lewat jawaban-jawaban atas tema debat yang diusung. Terkait isu tentang penyetaraan hak bagi kelompok difabel misalnya, Jokowi menurutnya, secara kongkrit menyatakan pemerintah sudah dan akan terus berupaya mewujudkannya. Contoh paling kongkrit adalah pemberian bonus yang sama besarnya bagi para atlet berprestasi Asian Para Games dengan atlet Asian Games.
Sementara saat Jokowi menjelaskan langkah-langkah kongkritnya, kubu Prabowo-Sandiaga justru memberi jawaban yang terasa di luar konteks. Kedua capres cawapres ini menjadikan isu ekonomi sebagai solusi mengatasi masalah diskriminasi bagi kaum difabel dan bahkan sebagai solusi mengatasi terorisme. Padahal riset paling mutakhir menunjukkan fakta bahwa terorisme bukan perkara kesejahteraan. Sejumlah pelakunya bahkan berasal dari keluarga kelas menengah.
“Ibarat pepatah retorika Prabowo Sandi itu: Jaka Sembung Naik Ojek, nggak nyambung Jek,” katanya.
Baca juga : Maruf Vs Sandi Bikin Penasaran
Topik tentang korupsi juga sangat terasa Jokowi-Ma'ruf jauh lebih unggul. Jokowi diterangkan Karding, melihat korupsi sebagai persoalan mentalitas. Untuk itu, penyelesainnya harus dilakukan dengan sistem mulai dari rekruitmen pegawai dan pejabat negara yang berasaskan meritokrasi hingga efisiensi birokrasi.
“Sementara Prabowo justru ingin menaikkan gaji para pejabat sebagai solusi megatasi korupsi. Ia menihilkan kenyataan bahwa banyak pejabat yang terjerat korupsi adalah mereka yang punya harta kekayaan fantastis,” jelasnya.
Selain itu, Jokowi juga memberi contoh bagaimana ia membangun kultur anti-KKN di lingkungan keluarganya. Ini terbukti dari anaknya yang tidak lolos tes CPNS dan tidak ada yang bermain dalam proyek negara. Sehingga ia relatif tidak memiliki beban untuk menjalankan sekaligus mengontrol roda pemerintahan yang bersih dan baik.
“Saya tidak perlu menyinggung apakah Prabowo-Sandiaga melakukan hal yang sama dengan Jokowi, biarlah publik yang menilai sendiri rekam jejak karir dan bisnis mereka di masa lalu. Yang jelas, Prabowo sebagai ketua umum partai turut berperan dalam menandatangani lolosnya mantan napi korupsi sebagai caleg-caleg partainya,” urainya.
Baca juga : Relawan Targetkan Jokowi-Maruf Menang 100% Di Taiwan
Tentang kesetaraan hak bagi kaum perempuan, Jokowi juga sudah secara kongkrit melakukannya. Ia memberi porsi yang besar kepada perempuan untuk mengisi pos-pos penting di kabinetnya. “Sedangkan Prabowo, sebagaimana tampak dalam struktur kepengurusan partainya sangat kecil memberikan porsi peran terhadap kaum perempuan,” tutup Karding. (IPL)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya