BREAKING NEWS
 

Demokrat dan Gerindra Saling Serang

SBY dan Prabowo Di Ambang Cerai

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : WAHYU SURYANI
Sabtu, 11 Mei 2019 08:28 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Capres 02 Prabowo Subianto (kanan). (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Di akun Twitter miliknya, ia menungkapkan Prabowo pernah mengabaikan naskah pidato yang telah dikoreksi SBY. Ini terjadi saat Prabowo menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center Januari lalu.

“Setelah bolak-balik disepakati naskah akhir dengan durasi sekitar 40 menit. Tahu apa yang terjadi? Prabowo baca naskah lain 1,5 jam,” kicau Panca di akun @panca66, kemarin. Panca menyayangkan kejadian itu. Terlebih, Prabowo kerap menyebut SBY sebagai mentor politiknya.

“Kalau itu dibacakan, akan sangat bagus. Tapi ya itu, Pak Prabowo punya ide sendiri. Tapi yang sederhana aja nggak diikuti,” kata Panca.

Waketum Gerindra Arief Poyuono ikut menimpali. dia menyarankan Demokrat sebaiknya cepat-cepat angkat kaki dari koalisi Prabowo-Sandi. Jangan kayak undur-undur.

Baca juga : Soal Terima Kekalahan, Mega Ajari Prabowo

“Mau mundur dari koalisi aja mencla-mencle segala,” kata Poyuono, kemarin. Poyuono, menyebut Demokrat tak punya pengaruh dalam upaya pemenangan Prabowo. Malah menurunkan suara pasangan 02 itu.

Arief yakin, nasib Demokrat akan seperti tokoh Aswatama setelah Perang Bharatayudha. Tidak diterima di mana-mana. Termasuk dalam koalisi Jokowi karena akan ditolak Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.“Pada akhirnya tak akan ada yang mau koalisi sama Demokrat,” tuntasnya.

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mencoba mendinginkan suasana. Dia menyebut, koalisi Adil Makmur masih baik-baik saja. Kata dia, mengurus internal partai masing-masing memerlukan energi ekstra sampai selesai penghitungan suara, 22 Mei nanti.

Kepada pihak yang mengipasi perseteruan, Hinca meminta agar saling menghormati. “Sekali lagi berhentilah menebar adu domba. Kompetisi jalan terus tapi respect dengan lainnya tetap terjaga utuh. Terima kasih TKN dan juga BPN,” kicau Hinca di akunnya @ hincapandjaitan.

Baca juga : Meski Berstatus Tersangka, Bowo Sidik Dulang Suara Di Jateng II

“Masihkah terus mau mengadu domba? Janganlah. hentikanlah adu domba dan menyebar sangka jahat. Di BPN semuanya berjalan baik antar Koalisi Adil Makmur,” tuntasnya.

Jubir BPN yang juga Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menepis merenggangnya hubungan SBY dan Prabowo. “Yang jelas, kami merasakan Pak SBY dan Demokrat mendukung Pak Prabowo. Itu yang BPN rasakan,” kata Andre, kemarin.

Menurutnya, SBY tulus mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Selain itu, Andre menilai Demokrat setia di Koalisi Adil Makmur. “Jadi berbeda pendapat saya dengan Pak Kivlan Zen. Demokrat solid di koalisi,” ujarnya.

Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Pryitno mengatakan berbagai manuver Demokrat saat ini memang terkesan ingin keluar dari koalisi. Kata dia, manuver itu makin terasa setelah pertemuan AHY dengan Jokowi di Istana.

Baca juga : Darmin Cs Pangkas Tarif Penerbangan

Menurutnya, konteks pertemuan itu tidak bisa hanya ditafsirkan sikap pribadi. Tapi tentu dalam politik.Karena setelah itu, manuver politik Demokrat merepresentasikan kegusaran Demokrat di koalisi Prabowo-Sandi.

Adi tak heran jika koalisi pengusung paslon pilpres tidak bertahan lama. Menurutnya, itu adalah konsekuensi dari sistem pemerintahan presidensial multipartai. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense