Sebelumnya
Lebih lanjut, dia menegaskan, akurasi pemetaan kerawaanan sangat penting dalam gelaran Pemilu mendatang. Dengan begitu, Polri tidak bergerak saat konflik sudah pecah kepermukaan dan disorot banyak pihak.
“Kuncinya, pada akurasi. Tolong lakukan berbagai simulasi untuk memperkuat strategi dan sinergi antara TNI/Polri, Satpol PP dan Satlinmas. Lakukan penyebaran pasukan berdasarkan skala kerawanan,” tegas mantan Kapolri ini.
Tito menyakini, Polri dapatmenjalankan tugas secara baik dalam mendukung Pileg, Pilpres, hingga Pilkada mendatang. Terlebih, tren kepercayaan publik terhadap polri berangsur-angsur membaik.
Baca juga : Tingkatkan Angka Partisipasi Pemilu, KPU Dan UPR Lakukan Sosialisasi
“Kepercayaan publik terhadap Polri merupakan modal untuk mengamankan seluruh agenda tahun 2024,” tandasnya.
Wakil Kapolri (Wakapolri) Komjen Agus Andrianto memastikan, pihaknya akan membantu penyelenggara mengamankandan mensukseskan gelaran Pemilu mendatang. Dia juga sudah menginstruksikan jajarannya menjaga disiplin dan tidak melanggar aturan yang ditetapkan dalam mengawal pelaksanaan Pemilu.
Di luar teknis pengamanan, Agus mengaku telah memerintahkan seluruh personel Polri menjalankan tugas secara netral dan profesional.
Baca juga : Mewaspadai Ketika Agama Menjadi Legitimasi Politik
Dia menegaskan, netralitas merupakan harga mati, bagi seluruh anggota kepolisian.
“Personel aktif Korps Bhayangkara tidak boleh terlibat plitik praktis. Saya ingatkan, jaga netralitas pada Pemilu 2024,” ucap mantan Kabareskrim itu.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 29/9/2023 dengan judul Antisipasi Konflik Pemilu, Mendagri Minta Polisi Aktif
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.