BREAKING NEWS
 

Ungguli Eks Kapolda Jatim

Eri Girang, Tapi Tak Jumawa

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 25 November 2020 08:03 WIB
Eri Cahyadi. (Foto : Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi girang mengetahui hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya. Meski begitu, Eri tak jumawa.

Dia bahkan menyatakan bersyukur, lantaran disebut unggul 11,2 persen dari rivalnya calon Wali Kota nomor urut 2 Machfud Ari- fin. “Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah,” ujar Eri, usai bertemu warga di kawasan Surabaya Barat, kemarin.

Menurut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu, hasil survei SMRC adalah buah kerja keras seluruh komponen. Mulai dari mesin partai, relawan, simpatisan dan warga yang mendukungnya di segala lini Kota Pahlawan.

Dia berharap, semua yang mendukung tidak mengendorkan kekompakkan hingga 9 Desember mendatang. “Terima kasih seluruh elemen pendukung, teman-teman partai, relawan, dan seluruh warga. Kami jaga kekompakan, terus bergerak di masyarakat. Semoga Allah SWT rida dengan ikhtiar kami,” ujarnya.

Baca juga : Tiga Eks Pimpinan DPRD Jambi Disidang Terkait Suap Ketuk Palu

Eri pun mengajak seluruh warga berdoa, agar kelak ketika ditakdirkan Allah SWT jadi pemimpin, bisa amanah dan membahagiakan masyarakat Kota Surabaya. Karena ketika menjadi pemimpin tetapi tidak amanah, dia menilai hal itu hanya akan sia-sia.

“Kalau tidak amanah, itu akan membawa saya ke jalan neraka dalam kehidupan kekal berikutnya. Naudzubillah min dzalik. Akan rugi dunia dan akhirat, karena niatan kami bukan hanya berkuasa dan menang saja,” ujarnya.

Tak lupa, Eri mengajak seluruh pendukung untuk tetap santun. Tidak boleh menjelekkan kandidat lain atau melakukan intimidasi serta melakukan politik uang. “Tetap senyum, sapa, santun. Tidak boleh jemawa, sombong. Seperti pesan Ibu Risma (Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya),” tukasnya.

Adsense

Diketahui, lembaga survei SMRC pada 11-18 November menyebutkan, pasangan Eri- Armudji meraih elektabilitas (tingkat keterpilihan) 48,5 persen. Sedangkan kompetitornya, paslon Machfud Arifin-Mujiaman meraih 37,3 persen.

Baca juga : Rajin Kampenya, PDIP Optimis Eri-Armuji Menang Di Surabaya

Artinya, ada selisih dua digit di antaranya kedua kandidat, sekitar 11,2 persen. Tak hanya unggul dari sisi elektabilitas, dari sisi tingkat dikenal (awareness) calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi lebih unggul dari Machfud Arifin. Eri Cahyadi 81 persen, sedangkan Machfud Arifin 80 persen.

Secara terpisah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau warga Surabaya menggunakan hak pilihnya di Pilkada 2020. Risma -sapaan karib Wali Kota pertama di Surabaya- mengatakan, pemilih tidak perlu khawatir adanya penularan Co- vid-19. Pasalnya, di Tempat Pemungutan Surara (TPS) dipasti- kan akan memperketat protokol kesehatan (prokes).

“Bahkan di undangan akan disertakan jam setiap pemilih. Diharapkan dari situ tidak terjadi penumpukan masyarakat. Tapi jika ada yang tidak sesuai jamnya, maka tetap akan dilayani. Kami berikan sarung tangan saat di lokasi dan pulpen juga sudah disiapkan,” papar Risma.

Jika masyarakat masih ragu, Risma mempersilakan warga membawa peralatan pelindung dari rumah, seperti halnya sarung tangan, cairan pembersih tangan maupun alat tulis. Garap Kasus Bansos Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya menindak- lanjuti laporan warga mengenai dugaan penyalahgunaan paket bantuan sosial (Bansos) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada warga.

Baca juga : Kunjungi KONI Jatim, LaNyalla Semangati Para Atlet Puslatda

Hal ini dinilai menguntungkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota tertentu jelang Pilkada Surabaya 2020. Pengusutan itu dilakukan, karena adanya laporan dugaan bantuan dari BNPB itu dipakai sebagai alat kampanye oleh kandidat di Pilkada Surabaya. “Memang ada warga melaporkan,” aku Ketua Bawaslu Surabaya, Muhammad Agil Akbar di Surabaya.

Dia menjelaskan, laporan warga mengenai dugaan bantuan BNPB sudah diterima Bawaslu Surabaya pada Kamis (19/11), dan akan segera ditindaklanjuti. Bawaslu Surabaya akan menginvestigasi masalah ini.

Jika memang ada penyalahgunaan bansos dari BNPB, maka ada konsekuensi hukumnya. “Kami masih mengkaji unsur dugaan pelanggarannya. Kasus ini masih kami dalami,” ujarnya. [SOP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense