RM.id Rakyat Merdeka - Di medan perang, Presiden Rusia Vladimir Putin seperti petinju tak terkalahkan. Karier politiknya setara petinju Floyd Mayweather Jr yang selalu menang. Dalam tatanan demokrasi, jiwa “pemenang” itu, bisa sangat berbahaya.
Di Georgia 2008, saat melakukan invasi selama lima hari, Putin menang. Di Ukraina 2014, dia tak tertandingi. Saat itu, NATO tak berkutik ketika Rusia mencaplok Krimea, wilayah Ukraina. Tanpa perlawanan. Di Suriah 2015, Putin juga menang.
Baca juga : Ukraina Sampai Tom And Jerry
Kapan kalahnya? Nyaris tidak pernah. Di dalam negeri, dia seperti kaisar. Tak ada lawan yang berani. Mengkritiknya, atau salah bersikap terhadapnya, bisa memunculkan rasa takut.
Juara UFC Conor McGregor pernah mengalaminya. Kejadiannya saat McGregor bertemu Putin di final Piala Dunia 2018 di Moskow.
Baca juga : KPK Jangan Mudah Di-jab
Saat foto berdua, dia merangkul Putin. McGregor mencoba akrab, atau sok akrab. Seketika, Paspampres langsung melepaskan tangannya.
McGregor yang dikenal sangat ekstra pede ini, tampak kikuk. Agak salah tingkah. Mungkin juga canggung atau bahkan takut.
Baca juga : Boris Johnson Digoyang ABBA
Itulah Putin, “orang kuat” baru dari Eropa Timur. Beberapa catatan menyebutkan, dalam satu dekade, Putin dengan cepat mengembangkan kekuatan militernya. Sementara Barat, jalan di tempat.
Karena itu, Putin sangat pede. Seperti tak ada lawan. Itu pula yang dilakukannya ketika menyerang Ukraina: seperti jagoan di abad pertengahan yang mengambil tanah warga secara paksa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.