BREAKING NEWS
 

“Paceklik”, Tapi Bisa Untung

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Selasa, 30 Juli 2024 06:22 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - PDI Perjuangan akan menjadi oposisi sendirian? Bisa jadi. Karena, PKS yang selama ini disebut-sebut akan mendampingi PDIP, tampaknya ingin berada di dalam, mengikuti Nasdem dan PKB yang lebih dulu merapat ke (pemerintahan) Prabowo-Gibran. 

“Kalau PKS Masuk Kabinet, Banteng Terancam Oposisi Sendirian,” begitu headline Rakyat Merdeka, Senin (28/7/24).

Kalau ini terwujud, maka, aksi-aksi di lapangan maupun di DPR akan sangat ramai dan berbobot. Walau di ujungnya, saat pengambilan keputusan, tampaknya akan kalah suara, fungsi kontrol tetap sangat penting dijalankan.

Di Indonesia belum pernah ada partai politik yang beroposisi sendirian. Pasti ada kawannya, walau ada juga dinamikanya.

Baca juga : Anak Judol Dan Cuci Darah

Periode lalu, Partai Demokrat misalnya, sempat lama menjadi oposisi. Namun, di ujung perjalanannya, Demokrat melepaskan baju oposisinya dan masuk kabinet.

Sekarang PDIP yang tampaknya akan akan berada di luar. Menjadi penyeimbang. PDIP sudah berpengalaman menjadi oposisi sejak Orde Baru.

Selama 10 tahun menjadi oposisi pemerintahan SBY, PDIP juga melakukan aksi-aksi demo yang sangat keras. Misalnya, membawa kerbau ke Bunderan HI. Di tubuh kerbau tersebut ditulis “SiBuYa”. Semua tahu kemana arah tulisan tersebut.

Adsense

Saat pemerintah SBY menaikkan harga BBM, PDIP melakukan aksi walk out dari ruang sidang di DPR.  PDIP juga menerbitkan “buku putih” yang berisi alternatif-alternatif lain dibanding harus menaikkan harga BBM yang merugikan rakyat. Saat itu, bahkan ada anggota Fraksi PDIP yang menangis. 

Baca juga : KPK Yang “Bagus” Dan “Bahaya”

Apakah PDIP masih seperti itu kalau menjadi oposisi pemerintahan Prabowo-Gibran? Menarik ditunggu.

Siapa pun yang nanti berada di dalam atau di luar, kita berharap akan ada pertarungan yang sehat antara dua kubu tersebut. Ada peran bermakna yang dilakukan oleh keduanya.

Yang di dalam jangan merasa jumawa karena menang jumlah sehingga melahirkan dan menyetujui kebijakan- kebijakan yang tidak pro rakyat. Tetap dibutuhkan semangat untuk mengontrol.

Sebaliknya, oposisi yang berada di luar perlu mengimbangi kritikan-kritikannya dengan data yang baik dan akurat. Oposisi yang tidak sekadar beda. 

Baca juga : Biden Dan Indonesia

Akhir-akhir ini, dalam beberapa persidangan di DPR, beberapa anggota Fraksi PDIP sudah melakukan itu. Mereka mengontrol sembari membawa tumpukan data dan fakta dari lapangan. 

Walau akan mengalami masa “paceklik”, namun dengan peran oposisinya, PDIP bisa meraup sendirian suara kelompok oposisi. Itu keuntungannya.

Apakah PDIP akan beroposisi sendirian? Bisa saja. Namun, politik bukanlah ilmu pasti. Yang penting dan pasti, rakyat tetaplah yang nomor satu. Di dalam atau di luar pemerintahan. Sendirian atau bersama-sama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense