Sebelumnya
Ada pengalaman Mbah Coco, tahun 2005 sampai 2009, diberi mandat oleh PT HM Sampoerna Tbk, untuk memilih Legenda Copa DjiSamSoe. Dan, setiap tahun terpilih 11 pemain, dari semua posisi. Karena, keterbatasan wawasan dan waktu, akhirnya hanya memilih yang memang punya catatan apik, dalam perjalanan, selama memperkuat skuad tim nasional.
Saat itu, mayoritas pemain Pra-Olimpiade 1975, Pra-Piala Dunia 1985, serta dua tim SEA Games 1987 dan 1991, dianggap mBah Coco paling layak, dapat penghargaan Legenda Copa DjiSamSoe. Diantaranya, mereka rata-rata yang masih sehat, akan hadir di event kangen-kangenan ini.
Dari generasi Maulwi Saelan, hingga Widodo C Putra, yang diberi penghargaan saat itu. Mereka kembali akan ngumpul tumplek blek di Lapangan Sepakbola TNI AU, Pancoran, atau lebih dikenal sebagai Lapangan Aldiron, Sabtu, 11 Juli 2020.
Baca juga : Proses Kaderisasi Golkar Kota Bekasi Dikhawatirkan Mandek
Pertandingan antar generasi tim nasional Indonesia, akan digelar pukul 15.30 Wib. Dilanjutkan, makan malam, serta hiburan dan diskusi. Dari beberapa kali pertemuan dengan para legenda, Risdianto, Marsely Tambayong, David Sulaksmono dan Berti Tutuarima.
Akhirnya, nemu tema besarnya “FOOTBALL IS BACK”. Pesannya jelas, bahwa komunitas pencinta sepak bola Indonesia, bermimpi kembali, bisa bermain bola, bisa nonton bola, dan sepakbola nasional bergairah seperti semula.
Dua nama yang dijadikan maskot, adalah Garuda Indonesia vs Primavera-Baretti Indonesia. Tim Garuda Indonesia (bukan PSSI Garuda I dan II), diarsiteki Bambang Nurdiansyah. Sedangkan, pelatih Primavera-Baretti dikelola Rachmad Darmawan.
Baca juga : Menkumham Menyapa Diaspora Indonesia Di Serbia
Bahkan, Danurwindo dan Rahim Soekasah (keduanya pelatih dan manajer tim saat itu), sudah masuk dalam list ofisial, yang siap hadir. Hanya saja, dalam beberapa pertemuan antara pasukan “Kandang Ayam” dengan para legenda.
Sangat berharap, bisa mendonasi Junaidi Abdillah, Slamet Pramono, Hary Muryanto (pemain timnas 70-an) dan Safrudin Fabanyo (timnas 80-an), yang sedang mengalami pesakitan berkepanjangan. Namun, Tuhan lebih dulu memanggil Slamet Pramono, Sabtu 4 Juli minggu lalu, setelah mengalami stroke.
Beruntung, Mbah Coco dan kawan-kawan diberi jalan, untuk bisa menyumbang para legenda-legenda yang menjalani sakit yang berkepanjangan. Salah satunya, disambut baik oleh Gede Widiade.
Baca juga : Sun Life Indonesia Perkenalkan Produk Terbaru
“Silahkan gunakan lapangan punya saya, gratis tisss,” demikian kata Gede Widiade. “Kalau mau bikin acara sampai malam, juga silahkan, asalnya ikuti protokol kesehatan pemerintah DKI Jakarta,” tambahnya.
Ada dua wartawan di lingkungan sepak bola, yang rela dan nyaman ikutan nyumbang. Suryo Pratomo, yang dulu dikenal sejak jurnalis Kompas, hingga MetroTV, dan kini Duta Besar Indonesia, untuk Singapura.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.