Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kurator Musik Apresiasi Performa The Ayayay

Rabu, 3 Agustus 2022 11:59 WIB
Penampilan The Ayayay di Padepokan Karya (Foto: Istimewa)
Penampilan The Ayayay di Padepokan Karya (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kurator Kurasi Musik memberikan saran dan masukan kepada grup band The Ayayay setelah membawakan tiga lagu di Padepokan Karya, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/8). The Ayayay membawakan tiga lagu yaitu “Melaju di Kecepatan Tinggi”, “Jakarta Rock City”, dan “Imaginary World” di hadapan para kurator musik, salah satunya Seno M Hardjo.

Seno M Hardjo adalah sosok musisi dan produser musik. Namanya dikenal melalui karya-karya musik para musisi Indonesia yang diproduserinya. Beberapa musisi pernah bekerja sama dengannya antara lain Hedi Yunus, Dian Pramana Poetra, dan Malyda. Seno juga merupakan mantan BOD Yayasan Anugerah Musik Indonesia.

Seno pernah berkarier sebagai penyair yang memublikasikan karyanya di berbagai surat kabar dan terangkum dalam sejumlah antologi puisi. Di antaranya Dari Negeri Poci. Dalam Pesta Olahraga Difabel Asia 2018, Seno dilibatkan sebagai salah satu komposer untuk acara pembukaan.

“Saya merasa lega. Ternyata di Indonesia ada band baru dengan energi yang meledak-ledak, yaitu The Ayayay. Penampilan The Ayayay mampu memberikan semangat kepada para penonton yang menyaksikannya. Saya menyambut baik kehadiran The Ayayay. Nama bandnya juga unik dan sudah menjual,” kata Seno, seusai melihat penampilan The Ayayay.

Berita Terkait : Kasus KSP Indosurya P21, Kemenkop Apresiasi Bareskrim Dan Kejagung

Selain Seno, ada Ully Dalimunthe yang juga tampil sebagai kurator. Dalam industri musik Tanah Air, Ully sudah tak asing lagi. Selain pernah mendirikan sejumlah band, sosoknya juga sangat penting dalam kesukesan band atau musisi ternama. Dia pernah menjadi produser Naff, Seventen, Dewi Sandra, dan lainnya.

“The Ayayay mampu menyatukan berbagai warna. Dan, hal terpenting adalah The Ayayay mampu menjadi diri sendiri,” jelas Ully.

Kurasi Musik
Kurasi Musik yang berjalan sejak 2020 didirikan empat founder yaitu Ully Dalimunthe, Bugi Putranto, Salman Aristo, dan Muhammad Safir. Kurasi Musik, kata Ully Dalimunthe, mulai berjalan sejak mendengar cerita dari pihak production house (PH) film, sinetron, musik, dan perusahaan rekaman yang merasa kesulitan mendapatkan talent-talent baru.

"Kurasi Musik berusaha mempertemukan talent dan user. Sebab, perusahaan rekaman, PH film, musik, dan sinetron sulit menemukan artis baru untuk mengisi lagu soundtrack, iklan, atau mengorbitkan band baru. Sejauh ini, Kurasi Musik sudah melakukan kurasi terhadap 200 talent dari 15 kota di Indonesia," jelas Ully.

 

Berita Terkait : Duet Anies-Puan Ambyar

Dia mengatakan, Kurasi Musik membesarkan talent baru dari nol menjadi besar. Kurasi Musik mendukung talent baru yang sedang menempuh jalur indie. Tugas Kurasi Musik adalah memberikan saran dan masukan kepada talent baru untuk menghadapi persaingan dunia industri musik pada masa sekarang dan mendatang.

The Ayayay
The Ayayay merupakan grup band yang dibentuk dua kakak beradik, Edo Margorevan dan Andika Patria, yang berawal dari hobi bermusik saat di bangku sekolah masing-masing. Suatu saat, Edo mengajak Andika bergabung dalam band miliknya yang bernama Brown Sugar bersama teman-temannya. Band ini sering tampil di beberapa tempat dengan membawakan cover lagu dari Oasis, Rolling Stone, hingga Blur.

Saat Brown Sugar vakum dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, Edo selaku kakak sempat membentuk band lain. Begitu juga dengan Andika yang juga masih bermusik dengan teman kuliahnya. Hingga 2019, Edo membentuk band dengan nama Pantomin. Tidak lama kemudian barulah Andika ikut juga dalam Band Pantomin. Andika juga mengganti nama band ini menjadi The Ayayay agar terkesan unik dan tak biasa.

Namun, para personel The Ayayay lain memutuskan berhenti karena kesibukan masing-masing hingga menyisakan dua kakak beradik ini yang memang sudah lama menulis lagu dengan berbagai referensi musik. Mereka kemudian merekrut Ahmad Vino Maulana menjadi drumer. Dari situ, band ini mulai merekam semua karyanya baik lagu yang sudah lama pernah diciptakan, lagu lama dengan aransemen ulang, ataupun lagu baru.

Berita Terkait : Ketua DPRD Sambut Baik Peluang Investasi Korea di Jakarta

Kemudian, The Ayayay dengan wartawan Media Indonesia Aries Wijaksena, yang merupakan personil band punk legendaris 'Submission'. Selain Aries, yang dikenal di kalangan komunitas dengan nama Ai, Submission digawangi oleh Pahlevi Indra C Santoso, atau yang tenar dengan nama Levy The Fly, dan Ondy Rusydi, founder Young Offender.

Sebelumnya, The Ayayay menggelar konser bertajuk Ada Apa Dunia di Maxi Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, pada Jumat, 25 Maret 2022. “The Ayayay juga akan meluncurkan mini album kedua pada Sabtu, 6 Agustus 2022 di Jakarta,” kata manajer band The Ayayay, Herman Relani.■