Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menakar Langkah Politik PKB Jika Imin Tak Jadi Cawapres
Jazilul Fawaid: Misi Kami Ingin Gus Muhaimin Ikut Pilpres
Sabtu, 8 Juli 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
Jika terpaksa pindah koalisi, mau bergabung dengan pendukung Pemerintah atau oposisi?
Sekarang, PKB bekerja sama dengan pemerintahan saat ini. PKB selama ini memang bersama-sama dengan Pemerintah.
Tapi, saya melihat pemerintahan saat ini dan Pak Anies Baswedan, semuanyabertujuan memajukan Indonesia. Perubahan itu hanya kata-kata. Ini untuk sirkulasi kepemimpinan 2024.
Kenapa Gerindra dan PKB belum menetapkan Capres-Cawapres?
PKB tetap pada komitmen dan memberikan waktu kepada Pak Prabowo Subianto dan Gus Muhaimin Iskandar untuk menyelesaikan pembahasannya sampai final.
Baca juga : Sirojudin Abbas: PKB Masih Mungkin Pindah Ke Koalisi Lain
Dari sisi PKB, para pengurus dan para kiai menghendaki agar Capres-Cawapres lebih cepat diumumkan. Kami mendorong Muhaimin untuk maju dalam Pilpres 2024. Itu harga pasti, tidak bisa ditawar-tawar. Hal ini juga sesuai dengan komitmen PKB dan Gerindra.
Apakah PKB masih yakin Muhaimin mendapatkan tiket Cawapres dari KKIR?
Yang jelas, PKB dan para kiai mendorong Muhaimin meneruskan kerja sama yang sudah dibangundengan Prabowo. Namun, para pengurus dan pemangku kepentingan PKB, punya pemikiran masing-masing yang rasional. Keputusan ada di Prabowo dan Muhaimin. Kalau Prabowo menempatkan diri menjadi Calon Presiden, tentu masuk akal kalau Muhaimin sebagai Calon Wakil Presiden.
Sebenarnya, bagaimana kesepakatan PKB dan Gerindra?
Kesepakatan itu paket, ya. Bahwa, Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di KKIR itu ditentukan Pak Prabowo dan Gus Muhaimin.
Baca juga : Kaum Muda Pecinta Lingkungan Tuban Deklarasi Dukung Muhaimin Di Pilpres 2024
Tentu PKB sadar diri. Dari elektoral partai, lebih tinggi Gerindra. Dari ketokohan, lebih senior Prabowo. Namun, ini masih menunggu keputusan Prabowo dan Muhaimin.
Sebenarnya, PKB ingin ada partai lain bergabung atau tidak?
Tentu kami ingin menambah kekuatan, kalau ada partai lain yang ingin bergabung. Jika bergabungnya partai lain menambah kekuatan, ya bagus. Namun, kalau menambah kerumitan, buat apa. PKB dan Gerindra saja sudah cukup syarat mengusung Capres-Cawapres.
Mengusung Prabowo-Muhaimin?
PKB harus tunduk pada hasil Muktamar dan para kiai, bahwa Muhaimin harus maju.
Baca juga : Pengamat Ini Anggap SYL Bisa Jadi Cawapres Alternatif Dari Indonesia Timur
Bagaimana dengan Partai Golkar yang menilai, perlu ada kesepakatanulang mengenai Cawapres jika Golkar bergabung dengan KKIR?
Masuk dulu saja. Mereka ngomongnya masih dari luar. Apa yang menjadi poin, bicarakan di dalam. Mau dikocok ulangkah, mau buat desain yang barukah? Kalau dari luar, ibarat wacana biasa. [NNM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya