Dark/Light Mode

Wacana Percepatan Pilkada Serentak 2024 Semakin Ramai

Muhammad Rifqinizami Karsayuda: Kekosongan Kepala Daerah Terlalu Lama

Jumat, 1 September 2023 06:30 WIB
Muhammad Rifqinizami Karsayuda, Anggota Komisi II DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Muhammad Rifqinizami Karsayuda, Anggota Komisi II DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana percepatan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, semakin ramai. Para petinggi pemerintahan dan anggota DPR, semakin sering membahasnya.

Presiden Jokowi pun menanggapi wacana tersebut. "Belum sampai ke situ kok saya. Urgensinya apa, alasannya apa," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, DPR dan Pemerintah harus mempertimbangkan hal ini secara mendalam terlebih dahulu. "Saya kira, semua itu masih kajian di Kemendagri. Saya belum tahu mengenai itu," kata Jokowi seusai menghadiri acara Rakernas HIPMI XVIII Tahun 2023.

Baca juga : Hadar Nafis Gumay: Jadwal Sudah Diputuskan Jalankan Saja Dengan Baik

Wakil Ketua Komisi II DPR dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yanuar Prihatin menyatakan, wacana percepatan Pilkada 2024 dari jadwal semula, 27 November 2024 ke September, menimbulkan prasangka.

Menurutnya, perubahan jadwal ini berpotensi menimbulkan kegaduhan, sekaligus mendorong munculnya ketidakpercayaan publik kepada penyelenggara Pemilu (KPU) dan pembuat undang-undang, yaitu DPR dan Pemerintah.

Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (NETGRIT), Hadar Nafis Gumay menganggap, percepatan Pilkada tidak ada urgensinya. "Apa tujuannya," tegas Hadar.

Baca juga : Gimana Nih, Baru 71 Daerah Yang Siap Hibah Anggaran

Sedangkan menurut Anggota Komisi II DPR Muhammad Rifqinizami Karsayuda, percepatan itu wajib dilakukan. "Bagi saya, ada kegentingan yang memaksa untuk mempercepat Pilkada," katanya.

Berikut wawancara dengan Muhammad Rifqinizami Karsayuda soal percepatan Pilkada ini.

Wacana mempercepat pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 menguat. Apakah Anda setuju?

Baca juga : Ganjar Pranowo Dialog Seru Bersama Ratusan Siswa Di Magelang, Bicarakan Moderasi Beragama

Ini baik dan harus terealisasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.