Dark/Light Mode

Apakah Klub Presiden Perlu Jadi Lembaga Formal?

Dahnil Anzar Simanjuntak: Presidential Club Cuma Istilah, Bukan Wadah

Rabu, 15 Mei 2024 07:50 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apakah klub presiden perlu dilembagakan secara formal?

Presidential club tidak diformalkan. Tidak diinstitusionalisasi. Informal.

Bagaimana bentuk klub presiden?

Presidential club bukan institusi atau wadah. Bukan lembaga formal. Hanya istilah.

Istilah untuk menyebut apa?

Baca juga : Profesor Nasaruddin Umar: Takutnya Tabrakan Sama Yang Sudah Ada

Ini hanya istilah untuk menyebut momentum silaturahmi antara para Presiden Indonesia dari masa ke masa, untuk saling berbagi pandangan tentang Indonesia masa depan.

Secara simbolik, silaturahmi antara para Presiden dari masa ke masa penting, sebagai simbol persatuan, keguyuban para pemimpin bangsa.

Menurut Ketua MPR Bambang Soesatyo, presidential club bisa seperti Dewan Pertimbangan Agung (DPA) era Orde Baru. Ada tanggapan?

Presidential club berbeda dengan DPA atau Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). DPA dan Wantimpres, anggotanya bisa siapa saja yang dianggap Presiden bisa memberikan masukan.

Sedangkan presidential club bukan institusi formal, sehingga tidak dibutuhkan birokrasi kelembagaan apa pun yang menggunakan anggaran negara. Tapi, ajang silaturahmi para Presiden Indonesia.

Baca juga : Kelas BPJS Kesehatan Tidak Dihapus, Kualitas Dinaikkan

Seberapa penting klub ini?

Substansinya, ini adalah cara Pak Prabowo untuk menjaga semangat keberlanjutan pembangunan Indonesia,  setiap Presiden pasti punya warisan kepemimpinan yang baik, yang harus dilanjutkan.

Apa manfaat klub presiden bagi Bangsa Indonesia?

Simbol kenegarawanan, persatuan dan keguyuban para pemimpin bangsa. Secara substansi, menjaga keberlanjutan warisan kepemimpinan dari masa ke masa, sehingga bisa menghilangkan cancel culture.

Maksudnya?

Baca juga : Prabowo Sudah Punya Pertimbangan Matang

Budaya menghapuskan atau menghilangkan semua kebijakan rezim sebelumnya. Sehingga, pembangunan kita sering dimulai dari awal lagi. Ganti rezim, mulai lagi dari awal, sehingga kita tak bergerak maju. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 15 Mei 2024 dengan judul "Apakah Klub Presiden Perlu Jadi Lembaga Formal?, Dahnil Anzar Simanjuntak: Presidential Club Cuma Istilah, Bukan Wadah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.