Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Setelah Murid SMK Lingga Kencana Kecelakaan, Study Tour Diperketat
Hetifah Sjaifudian: Ini Soal Kendaraan Layak Atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2024 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah bus Putera Fajar yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana kecelakaan di Ciater, Jawa Barat, beberapa Pemerintah Daerah mulai memperketat study tour.
Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin melalui Surat Edaran (SE) Nomor 64/PK.01/Kesra, tentang pelaksanaan tur sekolah atau study tour, mengimbau para kepala daerah (Bupati/Wali Kota) untuk memperketat izin study tour di wilayah masing-masing.
Pengetatan izin study tour itu, untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa yang dialami siswa-siswi SMK Lingga Kencana. Kata Bey, study tour sebaiknya dilaksanakan di dalam kota, di wilayah Jabar, melalui kunjungan ke pusat pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan destinasi wisata edukatif lokal, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca juga : Satriwan Salim: Kalau Cuma Wisata, Harus Diatur Ketat
"Kecuali, bagi satuan pendidikan yang sudah merencanakan/melakukan kontrak kerja sama study tour di luar Provinsi Jabar dan tidak dapat dibatalkan," ujar Bey dalam surat edarannya.
Senada, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengimbau seluruh satuan pendidikan tidak menggelar acara perpisahan maupun study tour di luar lingkungan sekolah. Imbauan ini, disampaikan setelah ada kecelakaan maut rombongan SMK Lingga Kencana, Depok.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo mengimbau, perpisahan murid, tidak digelar satuan pendidikan di luar area sekolah.
Baca juga : Luhut: Malu-maluin!
"Jadi, saat perpisahan, tidak ke mana-mana, hanya di sekolah masing-masing, menggunakan fasilitas yang ada. Kalau ada sekolah yang melakukan di luar itu, berarti perlu pembinaan dari saya," kata Purwo, Selasa (14/5/2024).
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim tak mempermasalahkan pengetatan tersebut. "Kalau cuma wisata yang bentuknya berupa perpisahan, pelepasan, pisah sambut, memang harus betul-betul diatur secara ketat," tandasnya.
Berbeda, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai, tidak ada yang salah dengan study tour. "Kenapa harus diperketat atau dilarang," ucapnya.
Baca juga : Jadi Diri Sendiri Demi Kesejahteraan Rakyat
Kata dia, persoalannya adalah kendaraan tersebut tidak layak. "Bukan salahnya program study tour. Kok yang dilarang study tour-nya," kata Hetifah.
Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Hetifah Sjaifudian tentang pengetatan dan pelarangan study tour ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya