Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pelindungan Data Pribadi Jadi PR Pemerintahan Baru
Pratama Persadha: Banyak Institusi Tak Akui Kebocoran Data
Selasa, 22 Oktober 2024 07:40 WIB
Sebelumnya
Apa tantangan bagi Pemerintahan baru ini terkait keamanan siber?
Pemerintah baru akan kelimpungan saat terjadi serangan siber, serta membutuhkan waktu yang lama. Apalagi, selama ini tidak ada publikasi dari laporan terkait insiden tersebut.
Selama ini berbagai kasus peretasan yang mengakibatkan kebocoran data, tidak pernah diumumkan hasil audit serta digital forensiknya.
Baca juga : Erick: BUMN Siap Kerja Keras Menjalankan Visi Presiden
Bahkan, banyak institusi yang tidak mengakui bahwa mereka mengalami kebocoran data.
Saran Anda seperti apa?
Mungkin perlu tim audit independen untuk melakukan audit dan digital forensik, karena tidak mungkin tim audit negara tidak menemukan apa pun selama melakukan audit dan forensik.
Baca juga : Surya Paloh Ikhlas Tak Masuk Kabinet
Catatan lainnya?
Tidak adanya lembaga penyelenggara PDP yang bertugas mengawasi jalannya pelindungan data pribadi, serta menjatuhkan sanksi, maka perusahaan atau organisasi yang mengalami kebocoran data pribadi, seolah-olah abai terhadap insiden keamanan siber.
Apa harapan Anda?
Baca juga : Pemilih Gampang Berubah Karena Diiming-imingi Uang
Pemerintahan baru harus memiliki konsen terhadap urgensi pelaksanaan UU PDP, serta pembentukan lembaga pelindungan data pribadi. Karena, jika tidak memiliki konsen, maka dapat dipastikan bahwa insiden siber yang diikuti dengan kebocoran data, akan terus terjadi.
Masyarakat yang menjadi korban, tidak dapat berbuat apa-apa. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 22 Oktober 2024 dengan judul "Pelindungan Data Pribadi Jadi PR Pemerintahan Baru, Pratama Persadha: Banyak Institusi Tak Akui Kebocoran Data"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya