Dark/Light Mode

Hadapi Tarif 32 Persen Donald Trump, Indonesia Bisa Mainkan Jurus Ini

Nurzaman: Sudah Terjadi Depresiasi Rupiah

Senin, 7 April 2025 07:50 WIB
Nurzaman, Wakil Ketua Apindo Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Nurzaman, Wakil Ketua Apindo Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Amerika telah memberlakukan tarif tinggi terhadap Indonesia. Apa dampaknya bagi Indonesia?

Pertama, terjadi depresiasi rupiah yang saat ini sudah sekitar Rp 17 ribu per 1 dolar AS (USD). Tidak mustahil, dalam beberapa hari ke depan, akan terjadi depresiasi lebih dalam lagi.

Kedua, akan banyak perusahaan besar melakukan efisiensi, bahkan PHK besar-besaran, mengingat dalam usahanya terdapat unsur nilai mata uang dolar AS, sehingga bisa terancam kepailitan/bangkrut. PHK menjadi pilihan yang rasional bagi korporasi saat ini.

Berpengaruh terhadap penerimaan pajak, ya...

Baca juga : Ahmad Najib Qodratullah: Produk Tambang Posisi Tawar Kita

Pasti akan terjadi turunnya penerimaan pajak dan defisit fiskal penerimaan negara. Saat ini pun penerimaan negara dari pajak sudah turun mencapai 30 persen.

Yang lebih buruk lagi, turunnya daya beli masyarakat lebih masif. Kini pun sudah terjadi melemahnya daya beli masyarakat. Misalnya, mudik, jumlah orang maupun perputaran uangnya, turun sekitar 24,34 persen.

Berikutnya, akan menimbulkan sentimen pesimisme UMKM dan usaha besar, Pemerintah (Pusat maupun Daerah). Sekarang pun pesimisme tersebut sudah cukup melanda publik.

Dampak lainnya, akan makin meningkatnya aksi kriminal. Kini pun sudah cukup meresahkan masyarakat dengan berbagai modus dan motifnya.

Baca juga : Pemerintah Bakal Genjot Ekspor Jasa

Dengan dampak yang ada, apa saran Anda?

Saya sarankan kepada Pemerintah untuk melakukan upaya-upaya. Pertama, Pemerintah segera mengevaluasi dampak jangka pendek, menengah dan panjang akibat tarif tinggi dari AS terhadap perekonomian, seraya melakukan upaya kerjasama ekonomi ASEAN, OKI, BRICS plus.

Hendaknya disiapkan shifting pendanaan besar-bersaran dari program-program jangka menengah dan panjang, untuk memberikan stimulus besar-besaran kepada para pelaku usaha untuk membangkitkan pasar dalam negeri, terutama kepada kalangan UMKM dan daerah-daerah. Berikutnya, menghentikan pengeluaran-pengeluaran APBN dan APBD yang tidak perlu.

Saran kepada masyarakat?

Baca juga : IKN Jadi Tempat Wisata Selama Libur Lebaran

Kepada Keluarga-keluarga masyarakat ekonomi menengah ke bawah, hendaknya melakukan belanja yang lebih memprioritaskan kebutuhan pokok, seraya lebih menghidupkan kondisi saling tolong menolong antar keluarga, tetangga, antar RT, RW, daerah-daerah dst. sehingga tak seorang pun dibiarkan mengalami kesulitan ekonomi. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 7 April 2025 dengan judul "Hadapi Tarif 32 Persen Donald Trump, Indonesia Bisa Mainkan Jurus Ini Nurzaman: Sudah Terjadi Depresiasi Rupiah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.