Dark/Light Mode

Mendikdasmen Hidupkan Kembali Penjurusan Di SMA, Bingung, Ganti Menteri Ganti Kurikulum

Satriwan Salim: Siswa Bisa Lebih Fokus Karena Ada Penjurusan

Rabu, 16 April 2025 07:50 WIB
Satriwan Salim, Koordinator Nasional (Kornas) Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Satriwan Salim, Koordinator Nasional (Kornas) Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Mendikdasmen Abdul Muti akan mengembalikan sistem pen­jurusan. Apa pendapat Anda?

Ada aspek plus minus menghidup­kan kembali skema Jurusan IPA, IPS, Bahasa di SMA.

Apa saja aspek positifnya?

Yang pertama, sekolah sudah punya pengalaman untuk menge­lola penjurusan IPA/IPS/Bahasa di sekolah. Karena sekolah sudah pu­nya pengalaman skema penjurusan sejak kurikulum 2006, kurikulum 2013 bahkan sejak kurikulum 1994.

Jadi, gampang dan tidak perlu sosialisasi lagi, ya?

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Seolah Kita Tak Miliki Peta Jalan Pendidikan

Iya. Lebih cepat beradaptasi dengan skema ini.

Apa lagi keuntungan lain dari penerapan jurusan di SMA?

Melalui jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, siswa dapat fokus belajar ke dalam 1 kelompok rumpun ilmu pengetahuan secara spesifik. Misal anak jurusan IPA hanya fokus belajar matematika, biologi, kimia dan fisika.

Adanya penjurusan begini, anak diharapkan betul-betul belajar men­dalam dan kompetensinya terbangun pada tiap mata pelajaran serumpun.

Apakah jurusan di SMA berpengaruh terhadap bakat siswa?

Baca juga : Transformasi Digital Kunci Utama Layanan

Dengan adanya kurikulum, siswa akan memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat dan kemam­puan yang diinginkan oleh anak siswa.

Namun, penerapan kembali jurusan IPA/IPS/Bahasa akan menghidupkan kembali kastaisasi rumpun mata pelajaran.

Sejarah membuktikan saat penjurusan berkembang di kurikulum-kurikulum sebelumnya, jurusan IPA dinilai anaknya pintar dan pilihan, serta jadi jurusan paling favorit.

Lalu, apa saran Anda?

Kemdikdasmen hendaknya terlebih dulu mengevaluasi secara kom­prehensif implementasi kurikulum merdeka, mengingat kurikulum merdeka baru berumur 4 tahun secara de facto. Lebih dari 95 persen sekolah mengimplementasikan kurikulum merdeka sampai tahun 2024.

Baca juga : Banteng: Kongres Ke-6 Tetap Digelar Tahun Ini

Selain itu, Kemdikdasmen jangan langsung begitu saja implementasi kebijakan yang mengubah struktur kurikulum yang tengah berjalan, sebelum diberi waktu untuk masa transisi dan evaluasi. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 16 April 2025 dengan judul "Mendikdasmen Hidupkan Kembali Penjurusan Di SMA, Bingung, Ganti Menteri Ganti Kurikulum, Satriwan Salim: Siswa Bisa Lebih Fokus Karena Ada Penjurusan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.