Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Presiden Ingin Tekan Biaya Haji, ONH Bisakah Lebih Murah Lagi?
Mustolih Siradj: Sistem Pembiayaan Haji Harus Direformasi Dulu
Jumat, 9 Mei 2025 07:50 WIB
Sebelumnya
Apa yang menjadi perhatian utama Anda terkait biaya haji di Indonesia saat ini?
Sudah saatnya Indonesia mereformasi total sistem pembiayaan haji. Sistem yang sekarang ini tidak adil dan bahkan berpotensi menjadi bom waktu bagi keberlanjutan dana jemaah kita.
Bisa dijelaskan apa yang Anda maksud dengan ketidakadilan itu?
Kalau kita bandingkan dengan Malaysia, ongkos haji mereka jauh lebih murah. Kenapa? Karena subsidi mereka diberikan secara adil dan terstruktur, berdasarkan tingkat pendapatan masyarakat. Semakin rendah pendapatan, semakin tinggi subsidi yang mereka dapat. Sementara di kita, semua disubsidi sama rata, padahal gap ekonomi masyarakat Indonesia itu sangat besar. Ini yang menciptakan ketidakadilan mencolok.
Bagaimana kondisi dana haji yang dikelola saat ini?
Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Permintaan Presiden Sangat Rasional Kok
Dana haji yang dikelola oleh BPKH mencapai Rp 379 triliun, dengan hasil manfaat sekitar Rp 10-11 triliun per tahun. Tapi pembagian hasilnya sangat timpang. Yang masih menunggu, sekitar 5,2 juta orang, hanya dapat Rp 500.000 per tahun. Sementara yang berangkat, sebanyak 221.000 orang, dapat subsidi antara Rp 30 sampai 37 juta per orang. Ini jelas tidak adil.
Ada yang mengatakan sistem ini mirip skema berbahaya. Anda setuju?
Iya, saya melihat ini mirip skema ponzi. Seperti kasus First Travel dulu. Yang daftar lebih dulu diberangkatkan, yang daftar belakangan ditinggal. Kalau diteruskan tanpa reformasi, ini akan jadi bom waktu. Sangat berisiko.
Masyarakat umumnya hanya tahu soal setoran awal haji. Bagaimana sebenarnya biaya riilnya?
Selama ini masyarakat hanya tahu setoran awal sekitar Rp 25 juta sampai Rp 30 juta. Padahal biaya riilnya jauh lebih besar, dan sebagian besar ditutup pakai subsidi dari dana manfaat. Dengan kenaikan biaya layanan dari Arab Saudi dan hasil investasi yang hanya sekitar 6 persen per tahun, sistem ini bakal makin berat.
Baca juga : Indonesia Dan Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Apa dampaknya jika sistem ini terus dipertahankan?
Dalam jangka panjang, ini tidak cukup. Yang paling terancam itu jemaah yang masih menunggu, ada yang sampai 47 tahun masa tunggunya. Kalau subsidi besar-besaran seperti sekarang diteruskan, bukan tidak mungkin dana pokok setoran awal juga akan terpakai.
Jadi, apa solusi yang Anda tawarkan?
Pemerintah harus tiru sistem Malaysia. Di sana ada tiga strata: yang kaya bayar penuh tanpa subsidi, kelas menengah dapat subsidi sebagian, dan kelompok bawah disubsidi besar. Kalau kita tak adopsi sistem ini, ketidakadilan akan menumpuk, dan kepercayaan masyarakat bisa krisis.
Apa harapan Anda ke depan, terutama dengan arahan Presiden Prabowo soal biaya haji?
Baca juga : Bahlil: Kita Tak Menyerah Dengan Kebijakan Hilirisasi
Saya harap momentum ini jadi pintu masuk reformasi menyeluruh. Kalau tidak dibenahi, kita akan hadapi masalah besar, baik dari sisi keuangan maupun sosial. Ini waktunya kita perbaiki sebelum terlambat. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 9 Mei 2025 dengan judul "Presiden Ingin Tekan Biaya Haji, ONH Bisakah Lebih Murah Lagi?, Mustolih Siradj: Sistem Pembiayaan Haji Harus Direformasi Dulu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya