Dark/Light Mode

Aturan Masuk Sekolah Lebih Pagi, Pro Kontra Keputusan Gubernur Jabar

Cecep Darmawan: Positif Untuk Optimalkan Kemampuan Anak-anak

Kamis, 5 Juni 2025 07:40 WIB
Cecep Darmawan, Pengamat Kebijakan Pendidikan. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Cecep Darmawan, Pengamat Kebijakan Pendidikan. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda mengenai kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait pengaturan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB?

Intinya tidak ada masalah, ya. Ini cuma mengubah kebiasaan, dan perbedaannya juga hanya setengah jam lebih awal. Justru menurut saya ini baik karena mengoptimalkan kemampuan anak menyerap pelajaran di pagi hari. Kabupaten dan kota pun harus ikut beradaptasi, terutama karena SD dan SMP adalah kewenangan mereka.

Apakah menurut Anda kebijakan ini akan menyulitkan orang tua siswa?

Baca juga : Menhub Ajak Masyarakat Jalan-jalan Di Dalam Negeri

Kalau ada anggapan orang tua jadi repot, ya itu risiko. Namanya juga punya anak. Tapi ini justru mendorong orang tua agar lebih gesit dan aktif dalam mendukung pendidikan anak. Sekarang jangan leha-leha, bagus Pak Dedi membuat kejutan seperti ini. Memang satu atau dua bulan awal akan berat, tapi nanti juga akan terbiasa.

Bagaimana dampaknya terhadap guru dan proses pembelajaran di kelas?

Guru juga harus menyesuaikan. Proses pembelajarannya jangan monoton. Harus dibuat lebih menarik dan menyenangkan, supaya anak-anak tetap semangat meskipun masuk lebih pagi. Pola pembelajaran memang harus berubah, dan guru juga harus siap secara mental dan psikologis. Sekolah harus menjadi ekosistem yang menyenangkan bagi siswa.

Baca juga : Beringin Berharap, Terjalin Silaturahmi Pemimpin Bangsa

Menurut Anda, apa yang menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan ini?

Banyak hal yang menentukan. Harus ada komitmen dan koordinasi dengan bupati/wali kota, karena mereka yang punya kewenangan terhadap SD dan SMP. Kemudian, dukungan dari perangkat wilayah juga penting. Yang tidak kalah penting adalah komitmen orang tua. Kalau rumah jauh, ya bisa diantar. Mendidik anak itu tanggung jawab bersama, bukan cuma sekolah.

Bagaimana peran pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung kebijakan ini?

Baca juga : Mendagri Minta Pemda Jaga Produksi Beras

Pemerintah daerah harus ikut mendukung, terutama dari sisi infrastruktur. Perhatikan jalan, keamanan, dan transportasi publik. Kalau perlu, kabupaten/kota menyiapkan angkutan khusus untuk anak sekolah. Bisa dianggarkan lewat APBD atau kerja sama dengan masyarakat. Ini bentuk tanggung jawab bersama. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 5 Juni 2025 dengan judul "Aturan Masuk Sekolah Lebih Pagi, Pro Kontra Keputusan Gubernur Jabar, Cecep Darmawan: Positif Untuk Optimalkan Kemampuan Anak-anak"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.