Dark/Light Mode

Stok Berlimpah, Kenapa Harga Beras Masih Tinggi?

Ali Mahsun Atmo: Kami Desak Evaluasi Total Anomali Harga

Minggu, 31 Agustus 2025 07:15 WIB
Ali Mahsun Atmo, Ketum APKLI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Ali Mahsun Atmo, Ketum APKLI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Stok beras kabarnya melimpah tapi harga di lapangan naik. Apa pendapat Anda?

Kami mendesak Pemerintah, DPR dan Presiden Prabowo mengevaluasi total anomali harga beras yang terjadi saat ini. Akibat kenaikan harga beras ini beban hidup rakyat makin berat ditengah daya beli yang belum beranjak naik.

Menko Pangan dan Bulog (Rabu 13/8/2025) tegaskan cadangan beras 3,9 juta ton, namun kenapa harganya naik. Realitas ini adalah sebuah anomali dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama.

Apa dampaknya dari anomali harga beras ini?

Para pedagang turun omsetnya dampak harga beras naik dan tidak stabil.

Baca juga : Firman Soebagyo: Jika Bisa Jaga Harga Beras, Rakyat Tenang

Kelangkaan beras di pasar tradisional dan ritel modern harus segera ditanggulangi, karena resikonya terlalu besar.

Menurut Anda, apa penyebab harga beras ini naik. Apakah karena penegakan hukum beras oplosan?

Penegakan hukum beras oplosan tidak boleh ganggu stabilitas dan ketersediaan beras di pasar. Tidak boleh membuat sekitar 30 persen pengusaha penggilingan nutup usahanya karena ketakutan. Juga para pedagang sebanyak 80 persen pedagang tutup toko di Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur karena takut.

Apa yang harus dilakukan Pemerintah dan DPR?

Karena ini soal isi perut ratusan juta rakyat Indonesia. Ini soal roda ekonomi puluhan juta pedagang yang butuhkan kepastian dari kehadiran negara.

Baca juga : Kepala Daerah Jangan Bertindak Semena-mena

Kami mendesak Presiden Prabowo Subianto evaluasi total adanya anomali harga beras ini. Dan panggil Menko Pangan, Mentan, Kepala Bapanas, Dirut Bulog dan Kapolri untuk mempertanggungjawabkannya.

Ini sangat mendasar, dan Presiden Prabowo dapatkan data yang dijamin validitasnya  bukan asal bapak senang (ABS).

Desakan kepada DPR. Bagaimana?

DPR juga harus melakukan pengawasan di lapangan, jangan sampai masalah beras ini berlarut-larut.

Pemerintah dan DPR mendorong operasi pasar untuk menurunkan harga beras. Apakah efektif?

Baca juga : Tak Ada Larangan Media Liput Demo

Tentunya tidak cukup dengan OPM (Operasi Beras Murah). Masalah beras ini banyak yang terlibat dan masalah utamanya bukan keberadaan beras di lapangan saja. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 31 Agustus 2025 dengan judul "Stok Berlimpah, Kenapa Harga Beras Masih Tinggi? Ali Mahsun Atmo: Kami Desak Evaluasi Total Anomali Harga"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.